PENDEKATAN BOTTOM-UP DALAM IDENTIFIKASI KPI

Darmin A. Pella

images-wwwthinkcreativebizAda dua alternatif yang dapat kita tempuh dalam mengidentifikasi key performance indicator terhadap suatu posisi: 

1. Pendekatan Top-Down 

2. Pendekatan Bottom-Up

Pendekatan top-down telah banyak dibahas dan memiliki kekunggulan dalam hal menangkap what matter most  terkait strategi perusahaan.  Tetapi kita perlu mengkombinasikannya dengan pendekatan bottom-up agar kita me milikikey performance indicator yang memiliki perspektif strategic dan job role sekaligus.   

Berikut ini adalah keunggulan pendekatan bottom-up  dalam mengidentifikasi key performance indicator setiap pegawai.  

KPI Menggambarkan Pekerjaan Sehari-hari

Pendekatan bottom-up melibatkan pegawai secara langsung dalam mengidentifikasi Key Performance Indicator.

Oleh karena proses penetapan indikator keberhasilan pekerjaan melibatkan pemegang jabatan dalam membahas fungsi jabatan, kegiatan rutin sehari-hari, masalah dan  tantangan yang dihadapi dalam pekerjaan maka KPI yang ditemukan pasti menggambarkan pekerjaan sehari-hari.  

Dengan pendekatan  ini kita juga dapat mengajak pemegang jabatan mengidentifikasi kebutuhan pelanggan internal (next process is our customer), sehingga  indikator yang ditetapkan pun memiliki dampak signifikan pada perbaikan proses bisnis perusahaan.

 

Meningkatkan Pemahaman dan Komitmen atas KPI yang telah Ditetapkan

Penetapan KPI yang “jatuh dari langit” membuat pegawai menerima KPI sebagai sesuatu yang asing.  Ia merasa tidak terlibat didalamnya. Ia akan merasa tidak memilikinya.  Ia merasa tidak ikut berproses dan memutuskan.  Maka rasa kepemilikan yang rendah membuat internalisasi manajemen KPI menjadi lebih sulit.    

Dengan pendekatan bottom-up, penetapan KPI  yang ditemukan berdasar dari input dan melalui proses bersama pemegang jabatan, secara nyata, akan membuat pemegang jabatan memiliki komitmen lebih besar mengelolanya.  Selain karena ia  terlibat dalam penentuan indikator keberhasilan pekerjaan yang digunakan, juga memahami dengan baik indikator yang akan digunakan (dap).

One Response

  1. Berasaskan kepada Balanced Scorecard oleh Kaplan, saya berpendapat harus daripada Top-Down. Ini kerana kita harus memahami KPI organisasi dan Departmen di bawahnya. Bagaimanapun, KPI harus dibina secara bersama. Dalam Blog saya, ada diceritakan bagaimana saya berpengalaman membina KPI di organisasi saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: