10 KIAT MENUNDA TESIS

(Bisa juga dibaca 10 Kiat Menunda Skripsi, Tesis atau Disertasi)

Darmin A. Pella

Menasehati seseorang untuk menyelesaikan tesis tepat waktu mungkin adalah nasehat paling basi ditengah “populasi orang dewasa berilmu tinggi”. Oleh karena itu tulisan ini berangkat dari sisi sebaliknya. Yakni 10 kiat agar kita tetap merasa enak menunda penulisan tesis (atau skripsi, atau disertasi?). Semoga membantu.

1. Anggaplah menulis tesis adalah suatu pekerjaan amat melelahkan yang
sangat mengganggu kesenangan Anda
Menulis tesis (atau skripsi, atau disertasi) jelas bukan pekerjaan menyenangkan. Mencari-cari buku itu capek (belum tentu ketemu). Menemukan banyak buku (belum tentu isi sesuai yang dicari). Menemukan teori yang dicari (terlalu banyak, belum tentu bisa meringkasnya).  Aktifitas mencari teori sangat melelahkan. Membolak-balik halaman. Menulis. Menganalisis. Membuat sintesa. Jauh lebih tidak menyenangkan ketimbang bersantai, menonton, membaca koran/roman kesukaan, bergosip, jalan-jalan, wisata, dan seabrek kesenangan lainnya.

2. Anggaplah sekitar beberapa juta biaya perpanjangan kuliah sebagai uang
yang sedikit
Ada yang bilang biaya perpanjangan kuliah dua juta (misalkan) itu banyak. Tetapi dua juta sedikit. Cawu/semester lalu Anda membayar 10 juta atau lebih. Sekarang hanya dua juta untuk 4/6 bulan yang sama. Ah, sangat sedikit. Dua juta itu sedikit. Dibandingkan kesenangan Anda untuk tetap santai. Bisa bernapas lega setiap waktu. Datang ke kampus sesukanya saja. Tidak kehilangan irama menikmati hidup seperti biasa. Anggaplah dua juta itu sedikit. Ketika malam-malam begadang penulisan tesis berakhir dengan sakit
Anda toh harus berobat juga akhirnya. Katakan pada diri Anda “Money can’t buy everything”.

3. Anggaplah kunjungan ke kampus sebagai sebuah hadiah
Ketika Anda lulus, Anda mungkin akan sangat mencari-cari alasan untuk datang ke kampus. Ketika Anda memperpanjang kuliah untuk alasan tesis, Anda tak perlu mencari alasan lagi. Bahkan alasan Anda adalah alasan yang paling bergengsi dari semua alasan datang ke kampus: “iya nih buat thesis”. Wow, semua akan terpesona mendengarnya. Jangan mau kehilangan gengsi ini begitu cepat

4. Nikmati Menjadi Senior di Kampus
Menjadi senior di kampus adalah saat terindah dalam masa kuliah. Kesempatan menasihati adik kelas, menjadi sumber kebijaksanaan para penghuni kampus, atau mencari peluang perhatian dan kasih sayang pada yang lebih muda, jelas jauh lebih mungkin ketika Anda menjadi yang paling senior. Anda mungkin
akan kehilangan momen ini seumur hidup. Atau Anda baru bisa menikmatinya beberapa tahun lagi. Manfaatkan waktu ini sebaik-baiknya.

5. Cari perilaku dosen pembimbing yang menyebalkan
Sadarilah bahwa keterlambatan Anda menulis thesis bukan karena faktor diri Anda saja. Dosen pun bertanggung jawab menunda tesis Anda. Habis dosennya naik haji. Habis dosennya jarang muncul sih. Habis dari kemarin belum jelas soal bab I. Habis petunjuknya tidak jelas sih. Habis pertemuannya jarang
sih. Habis dosen pembimbing saya juga santai sih. Ini akan menjadi bahan ngrumpi yang amat menarik dalam kelompok Anda. Meskipun tesis Anda tertunda, ini semua jelas akan membuat Anda merasa lebih baik.

6. Sadari bahwa keterlambatan thesis disebabkan banyak sekali faktor,
bukan hanya diri Anda
Terlalu naif menyatakan Anda terlambat menulis tesis hanya karena diri Anda. Kenyataannya banyak sekali faktor, di luar diri Anda dan dosen pembimbing, yang menghalangi seorang mahasiswa yang rajin sekalipun dalam menulis tesisnya. Buku sulit didapat. Pekerjaan kantor terlalu menuntut. Urusan keluarga juga mendesak. Anda sudah rajin, kenyataannya situasi di sekeliling Anda yang kurang mendukung. Bahkan hujan pun bisa mebuat mood Anda yang bergairah menulis thesis tiba-tiba hilang kan? Bukankah semua ini membuat perasaan Anda lebih baik?

7. Ingatlah bahwa prestasi terbaik Anda diperoleh disaat-saat mendesak
BIla Anda bercermin ke belakang. Anda menemukan prestasi terbaik Anda adalah ketika Anda dalam situasi tertekan. Situasi deadline ketat. Pressure penyelesaian tuga spada saat-saat terakhir. Semua ini menunjukkan, sebaiknya Anda menunggu saat-saat mendesak. “Di masa lalu saya mampu mendapatkan nilai A karena tekanan waktu. Pada saatnya saya akan mampu kok menyelesaikan tesis ini dengan kualitas baik pada saat terdesak”.

8. Capailah prestasi sambil mampu menikmati hidup, jangan terlalu banyak
berkorban
Bila Anda berhasil tepat waktu, pengorbanan yang Anda keluarkan pasti amat luar biasa. Pasti Anda telah sedikit tidur. Sering begadang malam. Kepala suka berdenyut. Mata suka bengkak. Pernah jatuh sakit ringan. Jadi kurang bergaul. Intinya, banyak kesenangan hilang. Ini terlalu berharga untuk Anda pertaruhkan bukan. Capailah prestasi sambil mampu tetap menikmati hidup, jangan terlalu banyak berkorban. Lagi pula, mengapa harus tepat waktu, ketika tidak ada keharusan yang mengejar Anda.

9. Kesempurnaan membutuhkan waktu
Camkan baik-baik. Hal-hal kecil membuat sempurna. Kesempurnaan bukan sesuatu yang kecil. Untuk sempurna, segala sesuatu butuh waktu. Dan tesis Anda nampaknya membutuhkan kesempurnaan tersebut. Yang tak mungkin dicapai bila Anda tidak memperpanjang masa penulisannya. Katakan pada diri Anda:
memang saya harus memperpanjang demi mengejar kesempurnaan ini. Dan kesempurnaan jelas lebih membanggakan ketimbang fakta bahwa tesis Anda tertunda.

10. Carilah sumber pendanaan perpanjangan kuliah Anda, jangan tanggung
sendiri

Sebuah keputusan brilyan, mungkin terbaik dalam hidup Anda, bila mampu menikmati semua kenikmatan menunda tesis di atas, tetapi dibiayai bukan dari kantong Anda. Katakan pada diri Anda: “isunya bukan penundaan, tetapi siapa yang mau membiayai ya?”. Saat ini gunakan kemampuan negosiasi Anda untuk mendapatkan suntikan dana. Dari mana saja. Dari Pemda. Dari Gubernur. Dari organisasi penyandang dana. Dari orang tua. Paman. Kakak. Pacar terang. Pacar gelap. Atasan. Bawahan. Dan seterusnya. Bisa merasakan seluruh kenikmatan perpanjangan masa penulisan tesis dengan biaya bukan dari kantong Anda adalah sebuah sukses ganda.

Jadi, katakan pada diri Anda, kenapa harus tepat waktu? (dap)

3 Responses

  1. Mas…..satu kata……..geli saya membacanya….hebaaat

  2. Ha..Ha..aku ngerasa tersindir lo mass..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: