MENINGKATKAN BISNIS DENGAN PENGELOLAAN INDIKATOR KINERJA

Darmin A. Pella

Maintain strategic measures by focusing on the “vital few” measures-that-matter will allow company to manage more succesfully and achieve better result.

Setiap pekerjaan atau proses bisnis memiliki ukuran keberhasilan. Tanpa ukuran keberhasilan, sulit mengevaluasi sejauh mana seseorang atau suatu proses bisnis dapat dikatakan efektif.  Bagaimana indikator kinerja membantu bisnis perusahaan, tahapan yang perlu dilakukan dalam pengelolaan kinerja, dan bagaimana tanggapan salah satu perusahaan klien saya ketika mentransformasikan kinerjanya, mari kita simak dalam tulisan kali ini.  

Studi Morgan & Schiemann di tahun 1999 menunjukkan bahwa “perusahaan-perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya adalah perusahaan yang juga lebih baik dalam pengelolaan sistem manajemen SDM dan pengukuran produktifitas karyawannya daripada perusahaan lainnya”.

Saya telah melihat bahwa di perusahaan dan organisasi manapun, adanya indikator keberhasilan pekerjaan (key performance indicator) sebagai basis manajemen kinerja membantu perusahaan atau organisasi  untuk :

  • Mendorong prestasi menuju target bisnis perusahaan (drive achievement toward business goals)
  • Menyediakan fokus sesuai strategi perusahaan (provide focus on business strategies)
  • Menyelaraskan prioritas dan usaha karyawan menuju sasaran perusahaan (align employee’s effort toward objectives)
  • Memelihara dalam jangka panjang kinerja bisnis yang terus mengalami peningkatan (sustain improved business performance)
  • Memberi petunjuk bimbingan dan arahan ketika terjadi perubahan arah bisnis (guide shift in business direction)
  • Menyeimbangkan ukuran di antara berbagai divisi agar bisa tercipta sinergi (achieve balanced result across stakeholder group)

 

Dalam Performance Scorecard, Richard Y. Chang menulis tahapan 6C agar sistem pengukuran performance karyawan dapat memenuhi kebutuhan sisi karyawan maupun investor bisnis.

  • Collect: Mencari input pengukuran performance dari strategi perusahaan, target bisnis perusahaan, proses inti bisnis, harapan pelanggan baik internal maupun eksternal, hasil pekerjaan setiap unit kerja, hasil pekerjaan setiap individu pemegang jabatan dalam unit kerja.
  • Create : Bersama pihak atasan, menemukan key result area yang penting dan key performance indicator yang sejalan.
  • Cultivate: Melakukan reviu sistematik atas semua indikator yang telah ditemukan. Tujuannya agar setiap indikator memiliki keterkaitan dan diyakini penting diperhatikan untuk meningkatkan performa perusahaan.
  • Cascade : Memperkuat hubungan indikator mulai dari level tertinggi sampai ke level operasional(front-line organizational level).
  • Connect : Menghubungkan setiap indikator dengan setiap individu pemegang jabatan, memasukkan indikator sebagai pedoman perencanaan pekerjaan, melakukan aktifitas coaching & counseling selama proses pekerjaan.
  • Confirm : Mengevaluasi efektifitas indikator yang telah dipakai, mengecek apakah perusahaan telah memilih indikator yang tepat, memperbaiki sistem pengukuran performance sesuai perkembangan yang muncul. 

 

Beberapa tahun lalu, saya membantu salah satu kelompok perusahaan tekstil terbesar di Indonesia memutuskan menerapkan sistem Penilaian Prestasi Kerja (PPK) menggunakan key performance indicator sebagai basis manajemen kinerja.

Para manajer yang terlibat dalam desain ulang sistem penilaian kinerja tersebut, memberi komentar menarik mengenai penerapan key performance indicator ini. Inilah komentar langsung manajer dan supervisor di perusahaan tersebut :

  • Lebih fair dan lebih ada ukurannya
  • Bagus karena ada rumusnya, bukan hanya dengan perasaan seperti selama ini
  • Ada sebagian pejabat merasa tugasnya lebih sulit dengan adanya indikator-indikator yang pasti. Meskipun merasa sulit namun mereka juga mengakui bahwa memang begitulah yang seharusnya apalagi mengingat penyusunannya adalah oleh pejabat yang bersangkutan bersama atasannya. Oleh karena itu kondisi ini juga berarti adanya kesadaran baru tentang tugas dan tanggung jawabnya
  • Kategori nilai (grading) ada yang merasakan sebagai berat namun hal ini justru diharapkan dapat mendorong sense of urgency to develop di unit kami
  • Reaksi secara keseluruhan baik Chief Coordinator maupun Manager nampak antusias
  • Adanya indikator hasil kerja membuat target setiap pejabat menjadi lebih transparan dan menimbulkan tantangan
  • Ada beberapa target kerja yang semula belum diperhatikan menjadi lebih jelas sehingga mendukung target perusahaan

Kasus ini menunjukkan hasrat para manajer tersebut untuk mendapatkan kejelasan dan objektifitas dalam bekerja terpenuhi melalui sistem yang baru. Jauh lebih berat bekerja tanpa ukuran keberhasilan. Indikator keberhasilan yang jelas memberikan fokus dan kejernihan pikiran dalam bekerja.

Pengukuran produktifitas proses bisnis merupakan jawaban atas hasrat pemegang saham yang selalu menginginkan feedback kesehatan bisnisnya. Adanya key performance indicator merupakan jawaban atas hasrat karyawan yang selalu menginginkan ukuran yang lebih objektif dalam penilaian hasil pekerjaannya. 

Memelihara indikator-indikator strategik, yang jumlahnya meski sedikit tapi betul-betul penting, dapat membantu perusahaan mendapatkan hasil yang lebih baik (da)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: