PERUBAHAN TRANSFORMASIONAL DAN KARAKTERISTIK INDIVIDU

Darmin A. Pella

“Transformational change is change which cannot be  handled within the existing paradigm and  organisational routines. 

Perubahan transformatif adalah perubahan yang tidak dapat dihadapi   hanya dengan mengandalkan paradigma atau rutinitas bekerja saat ini”.  Dalam proses mengadopsi paradigma dan cara bekerja baru, karakteristik kepribadian seseorang  akan menentukan sikap dan perannya terhadap perubahan yang sedang terjadi dalam perusahaan.

Perubahan transformational (transformational change), kata Kevan Scholes, adalah  perubahan yang tidak dapat dihadapi hanya dengan mengandalkan paradigma  atau rutinitas bekerja yang sama dengan saat ini atau masa lalu.  Dengan kata   lain, kesuksesan perubahan transformatif memerlukan adopsi paradigma dan   cara-cara bekerja yang baru, sesuai tuntutan transformasi.

Perubahan transformatif ada yang bersifat reaktif, ada yang proaktif.  Perubahan   transformasi disebut proaktif bilamana perubahan dilakukan sebelum kondisi-  kondisi yang menuntut keharusan berubah telah menerpa perusahaan dengan  sangat nyata.

Dalam proses mengadopsi paradigma dan cara bekerja baru ini, seseorang  kemudian dapat digolongkan ke dalam salah satu dari empat kriteria berikut:

  • Early Adopter
  • Early Majority
  • Late Majority
  • Laggard

 

Early Adopter adalah seseorang yang paing cepat, paling dini dan paling mampu   melihat segera kebutuhan dan efek positif dari suatu perubahan sehingga menjadi pihak yang   paling pertama menerima perubahan.  Jumlahnya sedikit.

Early Majority adalah pihak yang menerima perubahan setelah Early Adopter.  Ia   senantiasa meikirkan pertimbangan-pertimbangan dalam menerima  perubahan,   namun tetap menerima perubahan lebih cepat daripada keseluruhan populasi.    Jumlahnya lebih banyak.

Late Majority adalah seseorang yang lebih akhir menerima perubahan.  Ia  menunggu dengan sikap skeptis dan berhati-hati. Ia akan berubah menunggu  seberapa banyak orang sudah berubah.  Bila sudah cukup banyak orang yang  berubah, ia pun akan ikut berubah.   Jumlahnya lebih banyak.

Laggard adalah seseorang yang paling akhir dan sulit menerima perubahan.  Ia  menunggu dengan sikap curiga dan sangat berhati-hati. Ia akan berubah hanya  bilamana seluruh lingkungan perusahan sudah berubah. Jumlahnya sedikit.

Agar proses perubahan berhasil, salah satu strategi yang sering diterapkan  perusahaan ialah pada saat bersamaan menggerakan perusahaan ke arah  organisasi pembelajar  (learning organization).  Kemampuan mengadopsi  perubahan  dipengaruhi kemampuan belajar.  Kemampuan belajar untuk  menerima hal-hal baru, tuntutan baru, cara berpikir baru, bersikap baru dan  berperilaku baru.  

Organisasi pembelajar memiliki karakteristik mampu menghasilkan manfaat   optimal dari pengetahuan, pengalaman dan keterampilan setiap individu dalam   satu kerangka satu budaya di mana setiap orang dapat senantiasa bersikap  terbuka mendiskusikan sesuatu, saling mempertanyakan,   saling memberi  tantangan,  demi tujuan   positif bagaimana mencapai visi dan misi perusahaan  lebih efektif (da)

%d bloggers like this: