MENGUKUR KESUKSESAN PERUSAHAAN

Darmin A. Pella

“”Every company should measure an indicator by which a company can tell if a strategic objective is being achieved. 

Anda barangkali belum familiar dengan Rockwater. Ia bukan kelompok musik cadas. Bukan pula nama produk air minum isi ulang yang tumbuh bagai cendawan di musim hujan belakangan ini. Tetapi Rockwater memiliki satu cerita menarik untuk dituliskan di sini. Yakni bagaimana ia memandang bisnisnya, dan bagaimana ia mengukur keberhasilan bisnisnya dari perspektif yang lengkap.

Perusahaan rekayasa konstruksi memiliki cara tertentu mengevaluasi kesuksesannya. Dan Rockwater merupakan salah satu contoh yang baik untuk itu.

Rockwater adalah sebuah perusahaan konstruksi bawah air (under water construction) yang berbasis di Amerika. Ia merupakan anak perusahaan Halliburton, perusahaan rekayasa dan konstruksi global, yang menjadi pemimpin dalam industrinya.

Visi Rockwater cukup ringkas. “As our customer preferred provider, we shall be the industry leader”, begitu bunyinya.

Ada dua kata kunci pada visi Rockwater. Pertama, mereka menginginkan menjadi preferred provider, penyedia jasa konstruksi bawah air yang paling diinginkan customer. Dengan kata lain, bila konsumen berpikir tentang proyek konstruksi bawah air, mereka akan menjadikan Rockwater sebagai pilihan favorit. Kata kunci kedua ialah industry leader. Artinya, dibandingkan pesaing lainnya yang berkiprah di bidang sama, Rockwater ingin menjadi pemimpin pasar.

Pertanyaannya, bagaimana Rockwater akan mengevaluasi keberhasilan pencapaian visinya? Bagaimana pula Rockwater menerjemahkan indikator apa saja yang penting dipelihara untuk mencermati tercapai tidaknya visi tersebut?

“Each organization has strategic measures for each business goals”

Sebagai rencana untuk bermain dalam bisnisnya, Rockwater kemudian menetapkan empat tujuan utama untuk mencapainya. Keempat bidang itu ialah:

 

  • Shareholder Expectation: Selalu berusaha memuaskan para pemegag saham, khususnya tercermin dalam indikator bidang keuangan
  • Customer Satisfaction: Harapan pemegang saham akan profit dan pertumbuhan tercapai bila Rockwater berhasil memuaskan pelanggannya
  • Continuous Improvement: Kepuasan pelanggan akan tercapai bilamana perbaikan proses bisnis senantiasa berjalan
  • Quality of Employees: Proses bisnis akan dapat senatiasa diperbaiki bila Rockwater meningkatkan kualitas karyawannya

 

Keempat tema tersebut sejalan dengan pendekatan balanced scorecard yang menjadi platform rencana bisnis Rockwater.

Lantas, indikator apa yang digunakan Rockwater?

Ada 4 (empat) perspektif yang digunakan Rockwater dalam mengukur keberhasilan strateginya yaitu aspek Keuangan (Financial), hal-hal yang berkaitan kepuasan pelanggan (Customer), hal-hal berkaitan proses bisnis di internal perusahaan mereka (Internal Process), dan hal-hal yang berkaitan kompetensi, kemampuan inovasi dan pembelajaran merek (Learning and Growth).

Perspektif finansial mengukur keberhasilan perusahaan dari sudut pandang keuangan. Ukuran finansial yang digunakan oleh Rockwater ialah Return on Capital Employed (ROCE), Cash Flow, serta Project Profitability.

Dari perspektif customer, ukuran yang digunakan ialah Customer Ranking Survey, Customer Satisfaction index, dan Market share. Ukuran-ukuran di atas merupakan cerminan dari tujuan strategis Rockwater untuk membentuk hubungan profesional dan memberikan value for money terbaik bagi kliennya.

Dari perspektif internal process, ukuran yang digunakan ialah Hours with customers on new work, Tender success rate, Safety incident index, Project performance index, dan Project closeout. Ini dalam rangka mencapai tujuan strategik Shape customer requirement, Quality service, Safet / loss control, Superior project management, dan Tender effectiveness.

Sementara dari sisi Learning and Growth Rockwater berpikir bahwa hal yang penting untuk diperhatikan ialah:

* Revenue per employee: pendapatan per karyawan
* Rate of improvement index: Jumlah ide-ide perbaikan yang dapat dilaksanakan
* Staff attitude survey: Survei yang menunjukkan sejauh mana karyawan telah berperilaku sesuai nilai-nilai perusahaan

Apa yang bisa kita pelajari dari kasus Rockwater ini?

Pertama, setiap perusahaan perlu menetapkan seperangkat ukuran keberhasilan  untuk memonitor sejauh mana misi, visi dan tujuan strategik perusahaan telah tercapai. 

Kedua, setiap perusahaan memiliki cara tersendiri mengukur kesuksesannya, oleh karena itu,  setiap perusahaan memiliki kebebasan memilih ukuran strategik yang sesuai untuk setiap tujuan bisnisnya  (dap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: