EKSEKUSI STRATEGI ALA XEROX

Darmin A. Pella

Misi, Visi dan Strategi perlu dioperasionalkan dalam bentuk indikator keberhasilan. Dan indikator keberhasilan perlu dioperasionalkan dalam bentuk penetapan target, pelaksanaan dan pengendaliannya.

Saya seringkali mengatakan dalam sesi-sesi consulting bahwa “it is not about the strategy, but the execution of strategy”. Kalau diartikan dengan sederhana, ini berarti kesuksesan perusahaan ditopang pertama-tama oleh strategi yang baik, tetapi jauh lebih penting lagi ialah bagaimana mengeksekusi atau mengoperasionalkan strategi tersebut.

Di posting ini, mari kita cermati bagaimana Xerox mengoperasionalkan misi dan visinya ke tingkat operasional.

Didirikan pada 1906 sebagai The Haloid Company, bisnis Xerox bermula dari penemuan seorang imigran Swedia Chester Carlson mengenai prinsip Xerografi.

Apa itu Xerografi?  Prinsip xerografi pada dasarnya adalah ilmu membuat kopi dokumen pada kertas biasa. Berkembang oleh prinsip Xerografi tersebut, Carlson kemudian menamai perusahaannya Xerox Corporation di tahun 1961. Xerox sendiri adalah suatu derivasi kata Yunani yang kurang lebih berarti “penulisan kering” (dry writing).

Xerox adalah sebuah bisnis besar saat ini. Mempekerjakan 68 ribu karyawan di seluruh dunia, selaincopier, bisnisnya telah merambah ke lini produk lain seperti printer, scanner, fax, serta controller and server di era colour and digital.

Total revenue selama tahun 2002 adalah $15.8 billion, dengan net income $91 million atau 2 sen dollar per saham. Gross margin meningkat dari 37,4 ditahun 2000 menjadi 38,2 di tahun 2001 dan 42.4 persen di tahun 2002. Disiplin manajemen menghasilkan $1.9 billion dalam operating cash flow dan mengakhiri tahun 2002 dengan cash on hand $2.9 billion.

Pada tahun 2002 juga Xerox mengimplementasikan suatu program penurunan biaya operasional perusahaan bernama Turnaround Program yang menghasilkan penurunan biaya $1.7 billion. Khusus biaya penjualan dan administratif menurun $49 million selama 2002.

Total hutang perusahaan di tahun berikutnya ialah $14,2 billion, mengalami penurunan dari $18,6 billion di tahun 2000 dan $16,7 di tahun 2001. Fakta-fakta di atas membuat setelah melalui masa-masa restrukturisasi, Xerox kemudian menyebut tahun 2002 disebut sebagai “back to full profitability year“.

Goran Olve, penulis Performance Drivers, menulis bahwa di masa pasca perang, Xerox mencatatkan dirinya sebagai salah satu perusahaan Amerika dengan pertumbuhan tercepat. 

Xerox Mission Statement adalah sebagai berikut: “Our strategic intent is to help people find better ways to do great work — by constantly leading in document technologies, products and services that improve our customers’ work processes and business results”.

Visi Xerox cukup ringkas yakni : Visi jangka panjangnya ialah helping people find better ways to do great works. Agar menjadi lebih operasional, visinya kemudian diterjemahkan menjadi To be a world leader in office product such printer and copier. Ini berarti mereka ingin menjadi pemimpinan pasar dalam bisnis produk kantor khususnya mesin kopi dan produk lainnya seperti printer, scanner dan lain-lain.

Xerox menyadari betul pentingnya membangun kontrol manajemen.  Oleh karena itu Xerox membangun suatu sistim kontrol manajemen yang sering disebut dengan istilah Business Excellence Certification (BEC). Ini adalah suatu model yang bertujuan agar Xerox mencapai standar kualitas tertinggi dalam rangka mencapai misi dan visinya.

Dari 42 indikator pada awalnya, dalam sistim kontrol manajemen BEC kini dipelihara 31 KPI yang terpilah menjadi 6 kategori:

* Leadership: 6 KPI
* Human resources: 5 KPI
* Business process management: 4 KPI
* Market and customer: 7 KPI
* Information utilization : 3 KPI
* Result: 6 KPI

Xerox mengoperasionalkan visi perusahaan sampai ke level individu. Pada proses ini, setiap karyawan Xerox secara individual akan merencanakan untuk melaksanakan beberapa program tahunan yang mereka sebut sebagai “vital few action”. Jumlah program untuk setiap orang berkisar lima program. Untuk setiap program, karyawan menetapkan targetnya, metode pelaksanaan program, hasil yang diharapkan, dan kapan akan tercapai. Rencana tahunan setiap karyawan ini dituangkan dalam the bluebook (karena bukunya berwarna biru), dan ditandatangani oleh atasan masing-masing sebelum akhir Januari. Pencapaian target-target yang ada pada rencana tahunan itulah yang kemudian menjadi dasar bagi manajemen Xerox dalam menetapkan bonus dan kompensasi lainnya bagi setiap karyawan.

Di Xerox, minimal setahun sekali dilakukan reviu dan penetapan target untuk setiap KPI. Target ditetapkan berdasarkan metode penilaian diri sendiri atas pencapaian tahun lalu (self-assesment) dan pembandingan dengan pencapaian perusahaan lain (benchmarking). Untuk setiap kategori ukuran di atas selaliu ada penanggung jawab (Xerox menyebutnya the owner) dan pendukung (disebut sebagai sponsor)  (da).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: