BERKARIR DI DUNIA SALES, MENGAPA TIDAK

Darmin A. Pella

Saya bertemu seseorang yang menceritakan bagaimana ia telah diterima bekerja di dunia penjualan, dan lantas minta berhenti.  Ada lagi seorang peniti karir yang putus asa karena lowongan yang ada melulu hanya penjualan.  Ada pula pegawai yang frustasi lantas mengatakan, rela mengerjakan apa saja asal bukan sebagai penjual.

Saya tidak mengingkari kenyataan bahwa kebanyakan orang alergi terhadap dunia penjualan.  Secara naluriah, kebanyakan orang tidak senang bertemu penjual  (mungkin ada yang berharap rumahnya tidak pernah didatangi salesman seumur hidupnya). Tawaran menjadi wiraniaga (salesman) akhirnya menjadi salah satu momok yang menakutkan para pencari kerja.  Ada apa dengan dunia sales?

Ini hal yang menarik, karena dibalik beberapa kondisi yang melekat pada dunia sales, dunia sales menyimpan beberapa hal yang sangat positif.

Akankah Anda percaya?  Simak saja.

Keunikan Dunia Penjualan dan Pemasaran

Dunia pemasaran adalah lokomotif bisnis.  Bidang-bidang lain adalah gerbong yang ditarik olehnya.  Tanpa pemasaran sebuah bisnis berhenti di tempat dan menunggu titik kehancurannya. Bidang keuangan, produksi, rekayasa, atau personalia, semuanya adalah gerbong yang ditarik oleh bidang pemasaran.  Tanpa pemasaran tidak akan ada aktifitas-aktifitas di bidang tersebut. Ini yang membuat dunia penjualan pun menjadi unik.

Apa saja keunikannya?

Keunikan pertama, ia lah yang paling tahan banting terhadap krisis perekonomian. Iklan lowongan apa yang paling sering Anda temui di media?   Selain IT, Ekspor-Impor, Engineer, bukankah itu adalah Marketing Executive atau nama lainnya?  Bidang lain bisa berkontraksi, tetapi iklan lowongan di bidang penjualan tetap menghiasi media tanpa henti. Setiap orang butuh produk.  Ratusan produk setiap harinya muncul.  Kalau Anda memutuskan memasuki dunia penjualan, seumur hayat Anda tidak akan khawatir kehilangan lahan pencaharian.

Keunikan kedua,  sekali Anda mendapatkan pekerjaan, Anda tidak akan pernah kehilangan pekerjaan.  Sekali Anda menjadi penjual yang baik, Anda akan selalu bisa menjual dengan baik.  Produk bisa berganti, tetapi Anda tetap bisa menjual.

Dalam banyak perbicangan dengan wiraniaga, Saya justru menemukan bahwa wiraniaga adalah satu dari sedikit profesi yang punya privilege untuk terus berpindah kerja mendapatkan yang lebih baik.  Terus-terang saja, tidak semua bidang profesi bisa menikmati hal ini.  Mengapa terjadi demikian, karena profesi wiraniaga ditakdirkan berada pada posisi tawar yang baik.  Seorang Liza, menyatakan pada Saya bahwa ia bisa dengan asyiknya berpindah di antara beberapa merek mobil (tergantung yang memberi sistem terbaik) karena ia kompetensinya terbukti.

Keunikan ketiga,  posisi wiraniaga membuat Anda mampu mengembangkan jaringan kontak (networking) yang luar biasa.  Membawa Anda menemukan peluang lain yang luar biasa. Karena Anda bertemu dengan orang baru setiap harinya. Karena Anda punya akses bertemu orang dengan jabatan-jabatan puncak di kantornya.  Anda bisa tidak menutup penjualan. Tetapi kalau Anda berhasil mengembangkan hubungan, suatu hari nanti, daftar orang yang Anda kenal tersebut akan bermanfaat bagi Anda!  Seorang Inge, berhasil mengajak seorang direktur di Jakarta berbisnis perawat bangunan (maid servant) setelah ia menjual ensiklopedia padanya sebelum itu.

Keunikan keempat, dengan berkarier sebagai penjual, Anda akan punya waktu cepat mengembangkan kematangan kepribadian Anda.  Anda akan membaca banyak buku tentang kepribadian. Bahkan Anda akan sangat ahli dalam mengenali tipe-tipe setiap orang, melebihi kepekaan seorang lulusan psikologi.  Anda bisa mengobrol dengan enak pada siapa pun, karena Anda tahu betul bagaimana memulai, memproses dan mengakhiri obrolan dengan baik.  Seorang Rahmah, mengobrol jauh lebih baik ketimbang Saya dalam hal apa pun.

Dunia sales adalah dunia di mana seseorang bisa dengan cepat memahami perilaku bisnis dan manusia pengelola bisnisnya.  Sales memungkinkan seseorang mengerti dengan cepat seluk-beluk berhubungan dengan orang lain secara efektif (hal yang sangat dibutuhkan orang untuk sukses).

Lalu Mengapa Orang Takut Berkarier Di Dunia Sales?

Dunia sales banyak dirugikan oleh citra publik yang buruk. Ada orang yang menganggap bahwa wiraniaga adalah manusia jahat dengan penuh akal bulus untuk menipu daya calon konsumen. Ada kecurigaan yang menyelinap di antara aktifitas dunia penjualan.  Kalau penjual berhasil membuat prospek membeli, pembeli menjadi pihak yang kalah.  Sebaliknya, kalau pembeli berhasil menolak penjual, ia berhasil keluar dari tipu daya beludak yang dilancarkan penjual.

Padahal ada banyak penjual yang profesional.  Edy Riyanto seorang account executive yang Saya kenal, bahkan, berhasil mematri namanya dalam hati Saya karena ia mengajari Saya dengan begitu cerdas bagaimana cara membuat keputusan yang benar dalam membeli polis asuransi.

Sebab lain ialah kebanyakan wiraniaga, seringkali berakhir di tingkat bunyi kartu nama.  Kepribadiannya belum menerima secara tulus bahwa ia adalah wiraniaga. “Pekerjaan ini kan sebentar aja”, dan, “kalau Saya mendapatkan pekerjaan lebih baik, Saya akan segera meninggalkan pekerjaan sementara ini”.

Ada sebab lain orang merasa tidak aman berurusan dengan dunia sales.  Karena dunia sales akan membongkar topeng-topeng kepribadian (persona) yang dimiliki seseorang. Untuk bisa melayani dengan tulus setiap prospek yang Anda temui, topeng kepribadian kebanggaan semu yang melekat harus ditanggalkan.  Misalnya:

Saya kan datang dari keluarga terhormat…

Saya kan orang cerdas…

Saya kan tidak pantas berjualan…

Saya kan gengsi, dan seterusnya.

Ini semua menimbulkan rasa tidak aman, kan?

Profesi penjualan dimulai dengan negosiasi terhadap diri sendiri.  Ini yang membuat seseorang yang gagal menjual sebetulnya tidak gagal menjual produk. Tetapi gagal menjual dirinya sendiri.  Orang tidak membeli produk, tetapi mempercayai orang.  Produk Anda bisa bagus, tetapi, seorang prospek perlu menyenangi dan mempercayai penjualnya terlebih dahulu, lalu membeli produknya.

Seringkali, kita ingin membeli suatu barang tetapi menunda karena tidak setuju dengan penjualnya. Sering pula, kita membeli barang yang awalnya tidak begitu hasrat karena penjualnya tampak sebagai orang yang sangat menyenangkan bagi kita.  Secara naluriah,  integritas seorang penjual lebih berarti bagi calon pembeli ketimbang produk yang ditawarkannya.

Mengapa satu produk yang sama, dengan penawaran dan jaminan yang persis sama, dapat sangat laku pada orang tertentu, dan tidak laku sama sekali pada orang lain?  Produknya persis sama, tetapi mengapa jumlah yang dijual berbeda?

Karena penjualnya berbeda.

Kebanyakan orang yang alergi terhadap dunia penjualan, adalah orang yang tidak punya gambaran positif terhadap dirinya sendiri. Jadi kalau ada orang yang khawatir “orang tidak akan menyukai dan membeli produk Saya”,  sebetulnya sedang mengatakan bahwa “Orang tidak akan menyukai diri Saya”.   Penjual yang sukses selalu mulai dengan keyakinan mereka pada diri sendiri terlebih dahulu.  Menyusul kemudian keyakinan terhadap produk yang dijualnya. Terhadap perusahaan tempatnya bekerja. Dan seterusnya.

Yang menjadi faktor penentu ialah bagaimana setiap orang memandang dirinya sendiri.  Bilamana Anda melihat diri Anda tidak cocok dengan dunia sales, seterusnya Anda akan seperti itu.  Tapi bilamana Anda mulai melihat bahwa Anda sangat cocok dalam dunia sales, bahwa Anda akan berhasil melalui karier sebagai wiraniaga profesional, waktu bergerak untuk menunjukkannya pada Anda.

Berkarier di dunia sales?  Mengapa tidak?

One Response

  1. dear Mr. darmin,

    how are you sir..?, we’ve ever met twice at Tigaraksa Satria Forum, i like your matery and the way you did.

    What do tou think about the period of the carier, is there the standard ? ex. 3 years , or 5 Years.

    I’ve joinned at TRS Company at least 5 years, and i’ve passed three levels ; Yunior Supervisor, Supervisor and now Officer ( Under Yunior Manager ). My jobs my area and my responsibility is same with two levels higher, but the fasilities i get is different so far with that level, it’s mean level Middle Manager.

    my broblem is…!!! the salary i get is’nt enough to cover my monthly needs, so..sometime my financial condition is out of budget at the date before i get salary. About the fasilities..is’nt problem for me.

    according to you.., should me take the other job at the other company, of course with the higher salary ? or i say directly to my bos ? but it’s hard for me.

    give me the best solution.

    best regard

    syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: