MEMULAI BISNIS SENDIRI

Darmin A. Pella

images-wwwincentivetraveladvisorscomTerpikir untuk memulai bisnis sendiri?   Berikut ini Saya menuliskan pertanyaan-pertanyaan apa saja yang sering ditanyakan oleh para new entrepreneurs  dan menjawabnya dengan bahasa yang disederhanakan.

Ada 9 pertanyaan dasar sering ditanyakan  sebelum memulai bisnis sendiri.   

Saya Sebaiknya Berbisnis Dalam Bidang Apa? Apa Yang Diperlukan Untuk Sukses Di Bisnis Ini?  Apakah Usaha Saya Perlu Berbadan Hukum?  Berapa Investasi Awal untuk Bisnis Ini? Darimana Pembiayaan Bisnis Ini Bisa Saya Dapat? Di Mana Mencari Pertolongan untuk Konsultansi Bisnis Bilamana Saya Perlu?   Bagaimana Saya Menentukan Harga?   Bagaimana Cara Mendapatkan Pelanggan atau Pembeli?  Bagaimana Saya sudah tahu bahwa Saya sudah siap untuk berbisnis?  Selamat menyimak.

Saya Sebaiknya Berbisnis Dalam Bidang Apa?

Bisnis yang paling baik bagi Anda adalah yang paling Anda kuasai dan sukai (can and will).  Penguasaan membuat produk Anda berkualitas, dan kesukaan membuat Anda tak mudah patah arang.  Bila Anda memiliki beberapa pilihan, ada faktor ketiga yang perlu Anda pertimbangkan: sisi pasar.  Mana yang paling akan direspon oleh pasar?  Yang pertumbuhannya menjanjikan? Yang persaingannya sedikit?  Paduan antara keahlian dan kesukaaan pribadi serta potensi pasar yang menjanjikan adalah adonan terbaik menuai sukses dalam berbisnis. 

 

Apa Yang Diperlukan Untuk Sukses Di Bisnis Ini?

Tergantung bisnis Anda.  Namun demikian, ada lima serangkai kekuatan dasar yang menentukan keberhasilan bisnis Anda.  Pertama, adanya produk yang berkualitas dan dibutuhkan pasar.  Kedua, sistem pemasaran yang baik.  Ketiga, kemampuan produksi.  Keempat, sistem manajemen yang baik (utamanya keuangan, distribusi dan SDM) Ini didukung oleh adanya pengalaman dalam industri tersebut.  Semakin pengalaman semakin baik.  Kelima, rencana bisnis (business plan)  yang matang.  Matang di sini mengikuti hitung-hitungan yang benar dan bersandar pada realita.

Sementara kaitannya dengan diri Anda sendiri, yang diperlukan ada tiga serangkai.  Pertama, keyakinan bahwa Anda akan berhasil.  Ini didukung oleh konsistensi dan mental pantang menyerah. Kedua,  kemampuan untuk bergerak tanpa dicemeti (self starter). Artinya dari segi memotivasi diri sendiri Anda sangat baik.  Ketiga, kemampuan manajemen waktu yang baik.

Tidak semuanya harus Anda miliki dulu baru mulai berbisnis, lho.  Mencari yang perfek (sempurna) itu baik, tetapi jangan menjadi perfeksionis.  Kalau tidak, apakah Anda akan telat memulai?

 

Apakah Usaha Saya Perlu Berbadan Hukum?

Ketika usaha Anda baru mulai,  Anda cenderung  tidak perlu terlalu memikirkan status badan usaha.  Pengurusan badan hukum membuat modal Anda terpakai. Padahal modal itu bisa untuk hal lain yang mungkin lebih penting.  Namun, adakalanya badan hukum merupakan salah satu syarat lancar-tidaknya pemasaran bisnis Anda.  Bila ini yang terjadi, masukkan pengurusan badan hukum sebagai bagian investasi awal.  Bentuk badan hukum yang sesuai tergantung pada corak dan tujuan jangka panjang bisnis Anda.  Apakah bentuknya yayasan, CV, PT atau bentuk lainnya, lebih baik Anda diskusikan dengan notaris yang memiliki hubungan terdekat dengan Anda.

 

Berapa Investasi Awal untuk Bisnis Ini?

Tergantung corak bisnis yang akan Anda terjuni.  Investasi awal Anda terbagi dua. Pertama, pembelian / penyewaan gedung dan peralatannya. Kedua biaya operasional harian (pemasaran, produksi, biaya overhead termasuk gaji pegawai) minimal untuk satu tahun pertama.  Apa saja item-item yang lebih detail,  berkonsultasilah dengan orang yang sudah pengalaman berbisnis dalam bidang tersebut.  Mereka tahu apa saja yang penting dan bagaimana trik melakukan penghematan.   Banyak sekali bisnis baru yang mogok lantas mati suri karena kehabisan dana di tengah jalan.  Jadi soal investasi awal perlu Anda siapkan dan kelola dengan serius dan hati-hati sejak dini. 

 

 

Darimana Pembiayaan Bisnis Ini Bisa Saya Dapat?

Sumber paling memungkinkan pendanaan bisnis Anda ialah dari kocek pribadi.  Mengapa demikian?  Pembiayaan terhadap suatu usaha memerlukan hitung-hitungan kembalian investasi (return on investment) yang jelas.  Prinsipnya, semakin yakin seseorang terhadap suatu usaha, semakin besar nilai investasi yang bersedia ia tanamkan.  Karena itu, jumlah investasi yang Anda tanamkan secara pribadi juga merupakan cerminan keyakinan Anda atas usaha yang Anda jalankan.  Jadi sederhana saja, bila Anda masih pelit mengeluarkan dana pribadi untuk usaha Anda, berarti ada unsur keyakinan yang hilang pada usaha Anda.

Namun demikian, ada pula orang yang sudah yakin terhadap suatu bisnis namun memang kesulitan dalam pembiayaan sendiri.  Dinamika psikologis seperti ini membuat lantas terpikir bagaimana membiayai usaha tersebut dengan menggunakan modal orang lain.  Sejalan dengan prinsip “keyakinan menentukan kesediaan investasi” maka kemudian dikenal persyaratan-persyaratan yang dikemukakan investor.  Persyaratan paling umum dlam konteks ini ialah rencana usaha (business plan).  Bila Anda bermaksud mendapatkan dana dari orang atau lembaga lain, maka Anda perlu membuat hitung-hitungan business plan secara tertulis.  Apakah bentuk business plan Anda rumit atau sederhana,  itu tergantung kondisi yang Anda hadapi.  Pada hitungan paling sederhana, pembiayaan mungkin akan Anda berhasil dapatkan dari keluarga-kelurga terdekat Anda. Lebih kompleks lagi, Anda bisa mendapatkannya dari investor perseorangan, lembaga swasta, atau bank dalam jumlah sampai ratusan juta rupiah.  Sumber-sumber dana ini dapat Anda ketahui dengan banyak membaca media. Semua ini, tergantung kemampuan Anda meyakinkan investor melalui business plan Anda 

 

Di Mana Mencari Pertolongan untuk Konsultansi Bisnis Bilamana Saya Perlu?

Ada banyak sekali sumber untuk konsultasi usaha bisnis Anda.  Semua konsultansi ini mudah sekali Anda dapatkan.  Saya mengkategorikannya menjadi lima sumber. Pertama, sumber perseorangan, yaitu siapa saja orang didekat Anda yang sudah menguasai bisnis tersebut.  Baik karena ia telah merintisnya terlebih dahulu, atau ia dulu pernah bersentuhan dengannya.  Yang kedua ialah lembaga dirian pemerintah yang ditugaskan khusus untuk itu.  Setahu Saya di Departemen Koperasi ada direktorat pengusaha kecil dan menengah yang dapat membantu Anda.  Bank-bank pemberi kredit juga menyediakannya.  Ketiga, konsultan atau lembaga non-pemerintah (NGO alias LSM) yang diproklamirkan untuk membantu Anda.  Keempat, media massa yang mengulas banyak kiat berhasil dalam usaha. Kelima, ikut pelatihan dan atau lantas berkonsultasi dengan instrukturnya.  Prinsipnya, mendapatkan pertolongan konsultasi bisnis Anda mudah bila Anda mencarinya.

 

Bagaimana Saya Menentukan Harga?

Harga produk atau jasa Anda mesti mampu membiayai seluruh investasi peralatan produksi, biaya-biaya bahan, biaya operasional, dan tenaga kerja Anda.   Dari harga dasar ini Anda bisa meningkatkan sejumlah persentase tertentu (sesuai hitungan Anda) margin keuntungan yang Anda inginkan.  Keuntungan adalah hal vital.  Tanpa keuntungan, Anda tidak akan dapat melakukan investasi untuk pertumbuhan (growth).  Tetapi karena penetapan harga merupakan bagian strategi bersaing di pasar, maka surveilah terlebih dahulu harga para pesaing Anda.  Sederhananya, bandingkan antara kualitas produk pesaing dengan harganya dibandingkan kualitas dan harga Anda.  Selain pembandingan dua faktor ini, ada faktor lain berkaitan strategi penjualan Anda seperti kemampuan memberikan pelayanan pasca jual, besaran jumlah unit yang akan terjual, posisi Anda terhadap pesaing, karakteristik konsumen Anda, nilai investasi Anda, dan seterusnya.  Untuk strategi penetapan harga yang lebih cermat dan detail berkonsultasilah dengan ahlinya.

 

Bagaimana Cara Mendapatkan Pelanggan atau Pembeli?

Pemasaran adalah lokomotif usaha Anda.  Tanpa pemasaran, usaha Anda akan mengikuti nasib “Kapal Titanic”, tenggelam sedikit demi sedikit.  Pendekatan pemasaran sederhana untuk usaha kecil barangkali bisa menggunakan pendekatan 4P yang telah Anda kenal: Product, Price, Promotion, Place. Produk, Harga, Promosi, Tempat.  

Product ialah apa yang Anda jual?  Apa kekuatannya? Mengapa produk Anda layak dibeli? Kelebihannya dibanding pesaing?

Price adalah berapa harga yang Anda tetapkan?  Apa tujuan Anda menetapkan harga sedemikian?  Bagaimana harga Anda dibandingkan pesaing?  Bagaimana kemampuan konsumen membeli produk Anda? Menarikkah?  Seimbangkah harga produk versus nilai produk Anda? 

Promotion ialah cara apa yang Anda gunakan untuk memperkenalkan produk Anda?  Iklan?  Dari mulut ke mulut? Brosur? Seminar? Contoh gratis? Presentasi langsung? Internet? Mail-order? Mana cara yang paling efektif?

Place  ialah di mana tempat Anda menyediakan produk atau jasa Anda?  Mudahkah terjangkau konsumen?  Konsumen datang sendiri untuk membeli, atau Anda mengantarnya?

Paduan Empat P yang baik akan membuat usaha Anda dalam jangka panjang punya secercah harapan untuk sukses.  Sisanya ialah usaha dan kerja keras Anda.

 

 

Bagaimana Saya sudah tahu bahwa Saya sudah siap untuk berbisnis?

Anda sudah punya rencana bisnis (business plan) yang matang. Anda kenal betul potensi dan siapa saja calon pelanggan Anda.  Anda punya biaya usaha untuk minimal setahun.  Anda punya tempat untuk berusaha. Anda sudah punya produk atau jasanya.   Anda siap memasarkannya. Anda punya orang (diri sendiri atau karyawan) yang handal menjalankan usaha Anda.

4 Responses

  1. nice posting sobat … salam kenal ya

  2. Salam kenal juga….

  3. jadi semangat bikin bisnis………..mnuwun. salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: