MEMILIH KEY PERFORMANCE INDICATOR BERKUALITAS

Darmin A. Pella

balancescorecard-corporaterSetiap strategi, pekerjaan atau proses bisnis memiliki ukuran keberhasilan. Tanpa ukuran keberhasilan, sulit mengevaluasi sejauh mana seseorang atau suatu proses bisnis dapat dikatakan efektif.  Indikator keberhasilan pencapaian strategi disebut dengan berbagai nama.   Kaplan & Norton (2004) menyebutnya sebagai strategic measures dan key performance indicators,  sementara Simons (2000) menyebutnya sebagai critical performance variables. Pemerintah menyebutnya Indikator Kinerja Utama.  Saya lebih suka menyebutnya Key Performance Indicator. Singkatannya disebut Key-Pi-Ai, ejaan huruf dalam bahasa Inggris. Menyebutnya Ka-Pe-I, ejaan huruf dalam bahasa Indonesia, membuatnya rancu sebagai singkatan dari Komisi Penyiaran Indonesia.   

Penetapan indikator keberhasilan strategi, pekerjaan atau proses bisnis senyatanya merupakan kebutuhan pengusaha maupun karyawan. Pengukuran produktifitas proses bisnis merupakan jawaban atas hasrat pemegang saham yang selalu menginginkan feedback kesehatan bisnisnya. Adanya key performance indicator merupakan jawaban atas hasrat karyawan yang selalu menginginkan ukuran yang lebih objektif dalam penilaian hasil pekerjaannya.

Apapun namanya, sebagai sebuah alat ukur pencapaian strategi, sebuah indikator keberhasilan strategik (strategic measures) yang baik perlu memenuhi unsur-unsur berikut:


 

  1. Dapat menjadi sarana perusahaan mengkomunikasikan strategi (ability of the organization to communicate their strategy for measures)
  2. Terkait secara langsung dengan strategi yang dipilih perusahaan (the selected measure adequately focuses on the strategic issue)
  3. Indikator tersebut bersifat kuantifitatif, memiliki formula tertentu dalam penghitungannya (quantifiable, can be evaluated objectively)
  4. Indikator tersebut dapat dihitung (the measures are quantifiable, reliabled and repeatable)
  5. Frekuensi pemutakhirannya bermanfaat (the frequency of updates are meaningfull)
  6. Penetapan target untuk perbaikan dapat dilakukan (meaningful targets for improvement are established)
  7. Kemungkinan pembandingan dengan perusahaan lain dapat dilakukan (external benchmarking is feasible and/or desirable)
  8. Pengukurannya masih valid (validity of measures – not old unvalid measures)
  9. Data dan sumber daya tersedia (availability of data and resources)  
  10. Biaya pengukurannya tidak melebihi manfaatnya (cost of measures not more than benefit of measures)

 

Ide dari berbagai pertimbangan di atas ialah untuk memastikan bahwa perusahaan memilih indikator yang disatu sisi memenuhi kebutuhan idealisme perusahaan, tetapi di sisi lain tidak mengorbankan kepraktisan implementasi. 

Studi Morgan & Schiemann di tahun 1999 menunjukkan bahwa “perusahaan-perusahaan yang berhasil dalam bisnisnya adalah perusahaan yang juga lebih baik dalam pengelolaan sistem manajemen SDM dan pengukuran produktifitas karyawannya daripada perusahaan lainnya”.  Dan ini dimulai dengan menemukan indikator kinerja utama yang berkualitas dan efektif.

7 Responses

  1. Blognya OK banget. Itu backgroundnya pantai mana ya? Mengingatkan pantai selatan Pulau Jawa yang alami dan indah itu. Selamat dan salam.
    Suparlan

  2. salam kenal terima kasih atas informasinya, menurut pak Darmin A. Pella untuk software scorecard management yang bagus menurut bapak apa ya, mohon pencerahannya

    terima kasih

  3. masyaallah indahnya pantai mamuju..
    maturnuwun pak infonya..
    saya lagi belajar cara2 penilaian kinerja karyawan di perusahaan..
    di kantor saya memakai KPI
    tapi ada lagi yang baru metode 360 derajat
    kebetulan saya SPI jadi harus cari2 info dulu sebelum memberi menjadikannya program kerja..

    salam

  4. Alhamdulillah tambah lagi pengetahuan untuk melengkapi wawasan metoda balancescorecard, namun pak seringkali di lingkungan pekerjaan support, dalam menetapkan KPI yang terukur bisa sangat sulit, apakah bapak memiliki standard-standardnya atau apa ya namanya. Thanks sebelumnya

  5. Terima kasih informasinya pak, nambah pengetahuan saya tetang Key Performance Indicator.

  6. salam kenal dan terima kasih atas infonya,
    saya ingin bertanya pada bapak Darmin,
    apakah standar kinerja dan KPI itu sama???
    kalau iya, dmn letak persamaannya?
    kalau berbeda, apa perbedaan KPI dengan standar kinerja?
    terima kasih sebelumnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: