PELAJARAN MANAJEMEN DARI KEMENANGAN OBAMA (2)

Darmin A. Pella

images-wwwreadytobeatcomBarrack Hussain Obama menyambut kemenangannya sebagai Presiden Terpilih ke-44 Amerika, Presiden Pertama keturunan Afrika-Amerika,  36 tahun setelah ia meninggalkan masa kanak-kanaknya di Indonesia.       

Pemilu Presiden Amerika kali ini adalah salah satu proses pemilihan paling terbuka, demokratis, dan menarik untuk diikuti. Pemilu memiliki indikator akhir jumlah suara yang berhasil diperoleh.  Dibaliknya terdapat sejumlah manajemen kinerja yang perlu dikelola dengan baik. 

Pelajaran manajemen apa yang dapat  kita petik dari kemenangan Obama?   

 

Organisasi yang Rapih

Membangun pemimpin berarti membangun ide.  Membangun ide berarti perlu mencari pendukung atas ide-ide. Untuk memasukkan ide ke kepala sebanyak mungkin pemilih, kita lantas memerlukan organisasi yang rapih.

Tim pemenangan pemilu Obama, dikenal memiliki catatan kinerja fenomenal.   Dari segi jumlah, cakupan, dan intensitas kegiatan.  Obama membentuk organisasi yang didalamnya muncul budaya “bekerja keras tak pernah lelah”.  Orang-orang pendukung organisasi Obama dapat bekerja semalaman, tidak tidur, untuk menghidupkan kegiatan panjang rally pemilu tetap bertenaga.  Kita bisa membayangkan, tercatat  2 juta orang yang bekerja seperti  ini, di medan pertempuran sebenarnya,  di dalam kehidupan sehari-hari yang bekerja untuk menanamkan ide “Pilihlah Obama, Ia adalah solusi buat kita”. 

Bagaimana mungkin ia memenangkan dukungan bila ia tidak didukung  orang-orang yang tidak kenal menyerah.  He came out of nowhere. Ia adalah orang yang tak dikenal sebelumnya.    White anglo saxon berpendapat Obama tak mungkin menang.  Tetapi struktur organisasi yang rapih plus eksekusi dari orang-orang yang bekerja dengan hati telah membuatnya meretas jalan, dengan terlebih dahulu mengalahkan Senator Hillary Clinton, yang diunggulkan, karena telah malang melintang di dunia politik, dan didukung suami yang mantan presiden, beserta infrastruktur organisasi yang sudah mapan.  

 

 

Pendanaan yang Kuat   

Bicara kampanye, kita memerlukan dana.  Obama mengumpulkan dana 11 kali lebih banyak daripada calon Presiden Demokrat, John Kerry, pada pemilihan lalu.  Dari mana dukungan dana sebanyak  itu?   Dari hati yang tersentuh.  
Yang menarik Dana Obama datang mayoritas dari individu.  Rakyat kebanyakan.  Bukan perusahaan. Bukan orang kaya.           
Meski demikian, bukan berarti perusahaan dan pesohor tak mendukungnya.   Obama bahkan menarik para aktor untuk mendukung secara pribadi.  Jennifer Anniston, George ClooneyJodie Foster, Bill Gates, Morgan Freeman, Michael Jordan adalah sebagian kecil pesohor yang menambah magnitude dukungan Obama.  Institusi utama yang mendukung Obama datang dari Lehman Brothers, Goldman Sachs, J.P. Morgan Chase, Citigroup, Morgan Stanley, University of Chicago, University of California dan Google.            
  
Setiap penyumbang memiliki batasan maksimal sumbangan.  Menariknya, hanya 3% dari penyumbang yang memberikan dana kurang dari nilai maksimal yang diperbolehkan untuk Obama.   

Mengapa dana berdatangan? Obama dan timnya datang dengan sesuatu yang baru dan menyentuh hati sang pemilik dana.

Kebanyakan manajer atau calon pemimpin  mengulang hal yang sama dari tahun ke tahun.  Mengulang topik yang sama.  Isu yang sama. Pidato yang sama.  Semuanya lantas menjadi klise. Mudah ditebak. Tidak meninggalkan bekas mendalam di hati pemilih.  Obama datang dengan gagasan segar.  

“Orang ini membuka wilayah-wilayah baru.  Ketika pesaingnya  melakukan pengulangan hal yang sama dari tahun ke tahun, ia membuka  wilayah baru, isu baru, metode baru, mengitari semua gerakan pesaing, melingkupi semua taktik pesaingnya dan membuat semua yang dilakukan pesaingnya menjadi usang”, kata Jack Welch, management guru, CEO legendaris dari Group GE. 

 

 

Berorientasi Teknologi: The Power of Internet

“Kalau bukan karena internet, Obama tak akan dinominasikan.  Kalau bukan karena internet, Obama tak akan jadi presiden”, tegas Arianna Huffington,  Chief Editor The Huffington Post.

Obama menang karena media baru: internet.  Sebagaimana Kennedy menang karena media baru saat itu: Televisi.  Obama menggunakan dunia maya, yang dipandang sebelah mata pesaingnya, untuk mengorganisasikan volunteer, organizer, supporter, dan donor.   Dari figur baru yang kurang begitu dikenal,  melalui internet lah tak terbendung orang, ide, keberpihakan, antusiasme, dan uang, berpindah dengan cepat ke sisi Obama.   Media baru ini membalik situasi, meski dalam nominasi Demokrat awal, Hillary meninggalkan Obama.  

Berkat internet pula, Video Kampanye Obama, disaksikan di YouTube 14,5 juta jam.   Coba biaya penayangan ini dikonversikan ke  belanja yang harus dikeluarkan kandidat untuk memblok jadual iklan biaya televisi, maka nilainya setara 47 juta USD.  Bagi Tim Obama, internet bukanlah pendukung.  Tetapi salah satu inti utama strategi.  

Jangan abaikan media baru, dan pengaruhnya pada politik.

 

 

Kedekatan dengan Pemilih Minoritas dan Muda (Minority or Youth Voter)

Obama menang karena ia memenangkan hati orang-orang yang masuk kategori “tak tertarik pada politik”.  Siapa  mereka ini?  Masuk dalam kategori tersebut para pemilih muda, pemilih dari kalangan minoritas baik karena suku, ras,  warna kulit, afiliasi agama, jenis kelamin, pendidikan atau status ekonomi.  

Tetapi jumlah keseluruhan para pemilih inilah yang memenangkan Obama.  

Secara konsisten  sejak awal 2007, Obama menggunakan sumber dan jaringan sosial untuk memasuki hati setiap pemilih dalam pertemuan langsung dan melibatkan diri dengan jaringan tersebut.

 Professor Thomas Patterson dari  Harvard University mengatakan  “Obama berhasil menarik setiap segmen pemilih dengan ide-ide yang nyangkut ke masing-masing komunitas.  Ia menggunakan  isu menentang Irak, dan dengan segera mayoritas kaum muda berpihak padanya”. 

 Pemilu Amerika di mana Obama menjadi salah satu aktor, benar-benar memberi pelajaran manajemen bagi manajer dan pemimpin, di manapun ia berada.(da)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: