STRATEGY FOCUSED ORGANIZATION IN GLOBAL CRISIS

Darmin A. Pella

images-wwwinterraitcom

Jumlah perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja untuk mengimbangi masalah krisis semakin banyak. Di level global,  Starbucks mengumumkan akan mengurangi 6.700 karyawan. Time Warner  mengurangi 700 pekerja divisi AOL.   IBM  mengurangi ribuan karyawan pada divisi penjualan, perangkat lunak, dan perangkat keras. Boeing, Pfizer, Home Depot,  Associated Press tanpa ragu mengumumkan pengurangan tenaga kerja. 

Di level nasional, memasuki  2009, sedikitnya 20 industri di Jawa Barat yang bergerak di sektor tekstil serta produk tekstil, elektronik, dan alas kaki terpaksa gulung tikar karena tidak mampu membiayai operasional industri pada saat pesanan produk menyusut.  

Berita PHK kita seperti bubur sarapan pagi.  Lewat setiap hari.  Seperti bubur, denting PHK  membangunkan kita. Bahwa perusahaan kita  kurang kompetitif.  

Beroperasi dengan cara yang tidak efisien. Pengambilan keputusan bukan karena rasionalitas bisnis tetapi faktor lain yang justru menurunkan daya saing bisnis. Perusahaan kita tidak mampu bersaing dengan gempuran produk China.  Ongkos keamanan kita tinggi. Uang siluman yang keluar  tidak kunjung habis.  Biaya transportasi kita tinggi karena infrastruktur yang kacau.  jam operasional kita tidakheijunkan karena KPI # Minutes Downtime  listrik belum maksimal.    

Sebagian  pemutusan hubungan kerja (PHK) dilakukan perusahaan memanfaatkan isu krisis keuangan global yang tengah terjadi. 

Situasi politik dan ekonomi akibat Pemilu 2009 dan krisis global  jelas menimbulkan pengaruh yang cukup signifikan dalam perkembangan bisnis kita. Perkembangan yang terjadi mau tidak mau perlu kita adopsi dalam keputusan-keputusan strategis perusahaan.

Dalam menghadapi perubahan konstelasi bisnis tersebut, maka sangat penting bagi perusahaan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan situasi dan keadaan yang akan dihadapi.  Dengan respon strategik yang tepat, perusahaan diharapkan mampu mengantisipasi dan mengelola resiko yang mungkin dihadapi, dengan menggunakan pemahaman kondisi internal dan eksternal yang berkembang saat ini dan kemungkinan di masa yang akan datang, melalui fokus pada keungulan daya saing perusahaan (competitive advantage).   

Krisis ekonomi global menuntut perusahaan untuk melakukan transformasi dalam rangka mempertahankan kelangsungan (sustainability) entitas bisnis  perusahaan.

Untuk  mempertahankan kelangsungan bisnis perusahaan, kita perlu  melakukan upaya meningkatkan efisiensi operasional bisnis yang dikelola saat ini. Ini saatnya kita mengidentifikasi dan memperkuat kompetensi inti perusahaan. Ini boleh jadi juga saatnya bertransformasi mengembangkan bisnis baru sesuai peluang bisnis infrastruktur yang kini kuat  di Indonesia. Ini saatnya pula menanam peluang  investasi otonomi daerah.  

Agar pilihan-pilihan strategi yang dilakukan perusahaan memiliki keselarasan dan fokus (alignment and focus) maka perusahaan menerapkan pendekatan Corporate  Transformation Corporate Performance Management sebagai alat bantu implementasi strategi (tools for strategic implementation).

Dalam Strategy Focused Organization, Kaplan and Norton kemudian menulis bahwa ada 5 (lima) prinsip yang berlaku sama pada perusahaan yang melakukan eksekusi strategi dengan sukses. 

Pertama, menerjemahkan strategi ke bahasa operasional (translate the strategy to operational term).  Kedua, menyelaraskan organisasi dengan strategi  (align the organization to the strategy).  Ketiga, membuat strategi menjadi pekerjaan setiap orang (make strategy everyone’s everyday job). Keempat, membuat eksekusi strategi sebagai sebuah proses berkelanjutan (make strategy a continual process). Kelima, memobilisasi perubahan melalui kepemimpinan manajemen (mobilize change through executive ledership).   

Makna dari semua ini dalam situasi krisi kita sekarang ada lima.  Pertama, kita perlu menjadikan efisiensi dan efektifitas seluruh proses bisnis kita sebagai bagian dari strategi yang harus diterjemahkan sampai ke level paling operasional.  KPI % Total Cost to Revenue sangat layak menjadi daily focus kita semua.   

Kedua, sangat boleh jadi, kita mengubah struktur organisasi kita saat ini. Merampingkannya.  Memangkasnya.  Agar tak berbentuk cemara.  Ia menyimpan pemborosanorganisasi.  KPI # Average Span of Control membantu  kita di langkah ini.

Ketiga, setiap pegawai di perusahaan kita harus bertanggung jawab memastikan peningkatan efisiensi di proses kerjanya.  KPI Rp cost reduction untuk setiap chart of account  layak di-exercise pada semua posisi di langkah ini.

Keempat,  memastikan bahwa semua aktifitas peningkatan efisiensi masuk ke penilaian kinerja, dan bersambung dengan variable compensation setiap pegawai kita.  KPI % Variable Employee Annual  Compensation  dapat membantu kita mewujudkan langkah ini. 

Kelima, memastikan proses PDCA, progress review cycle, yang berfokus pada efisiensi dan efektifititas dihadiri, didukung, dikomandani, dikawal dengan baik oleh para pimpinan, seluruh direksi, manajemen puncak perusahaan.  KPI % PDCA Activities     dapat membantu kita melihat seberapa tinggi komitmen pimpinan puncak kita mengawal seluruh proses langkah eksekusi strategi ini.   (dap)

3 Responses

  1. Good Article Terimakasih,…

  2. Terimakasih atas artikelnya.

    Kebetulan besok ada ujian Strategic Management, dgn topik Strategy Focused Organization…

  3. Terimakasih atas artikelnya.

    Kebetulan besok ada ujian Strategic Management, dgn topik Strategy Focused Organization…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: