OUR DOGCART SPEED DEPEND ON THE WEAKEST HORSE

Darmin A. Pella

images-horse-wwwworldsfamousphotoscom1Beberapa tahun yang lalu, pada pesta Olimpiade Khusus di Se attle. Sembilan orang peserta, kesemuanya adalah penyandang cacat fisik atau mental, berkumpul bersama-sama di garis awal. Mereka sedang akan memulai lomba lari sejauh 100 meter. Ketika terdengar bunyi tembakan tanda perlombaan itu dimulai, mereka lalu “melesat” maju. Dengan semangat mereka berlomba untuk bisa tiba di garis akhir dan menjadi pemenangnya.

Semua peserta melesat maju,  kecuali  tiba-tiba kemudian, seorang anak lelaki yang tersandung di aspal. Ia bangun dan berdiri, lalu terjatuh lagi.  Dan lagi.  Ia terjatuh beberapa kali dan mulai menangis.

Ke delapan peserta lainnya mendengar tangisan anak lelaki tersebut. Mereka tersentak.

Mereka lalu mengurangi kecepatan lari mereka dan berhenti. Kemudian mereka semua menoleh serta kembali ke belakang. Semua menoleh. Tidak ada satu pun yang tidak menoleh. Mereka mundur. Menghampiri. 

Seorang gadis kecil penderita Mongoloid lalu merunduk dan mengecup pipi anak lelaki tadi sambil berkata, “Ini akan membuat kamu merasa lebih baik.”  Kemudian kesembilan anak itu saling berangkulan dan berjalan ber sama-sama sampai ke garis akhir. Semua orang di stadiun bangkit berdiri, dan bersorak-sorai bertepuk-tangan selama 10 menit.

 

Cerita ini saya dengarkan dari Gary di Family  Care Indonesia.  Sebuah cerita yang menggambarkan tentang  nilai-nilai teamwork  dalam kelompok.   

Saya sering mengemukakan ada tiga unsur penting dalam consulting peningkatan kinerja bisnis di mana saya terlibat untuk beberapa perusahaan. Pertama, direction.  Apakah arah kita benar dalam mengemudikan bisnis kita ke masa depan.  Kedua, speed.  Apakah kita memiliki kecepatan yang cukup bagus untuk mengeksekusi program-program transformasi manajemen kinerja yang kita selenggarakan.  Ketiga, stamina.  Apakah kita memiliki ketahanan yang cukup bertahun-tahun ke depan mengimplementasikan semua ilmu baru yang kita peroleh sampai ia menjadi refleks di sistem saraf bisnis kita.   

Cerita di atas relevan dengan unsur penting kedua dalam kesuksesan transformasi manajemen kinerja: kecepatan.  Saya sering menyatakan Our dogcart speed depend on the weakest horse.   Kecepatan kita tergantung pada kuda terlemah yang menarik kereta kuda kita.   Kenyataan ini membuat penting sekali bagi kita untuk mencari rantai terlemah dalam proses bisnis kita.  Penting sekali kita menemukan SDM terlemah dalam tim kita.  

Kenyataan ini membuat kita perlu berkonsentrasi pada kompetensi. Dalam consulting Corporate Transformation Management,   saya menemukan seorangpemegang jabatan pada posisi  finance manager    yang aneh.  Ia tidak memahami pentingnya mengetahui seluruh cost driver.  Ia merasa koleganya para manajer dan seluruh  SDM lainnya sudah pada tahap “sulit untuk diajak improvement”.  Ia belum menguasai bagaimana menghasilkan job costing report.  Ia bahkan mengeluh sudah tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk memperbaiki cost & revenue perusahaan.    Ia menyerah.  Bahkan sebelum pertandingan dimulai. 

Apa yang bisa diharapkan shareholders dan top management bila menemukan jenderal lapangan implementasi perbaikan cashflow, penurunan cost, dan peningkatan revenue memiliki sikap mental seperti ini?  Tidak banyak. Tetapi yang bisa dilakukan shareholders dan top management lebih jelas.  Memperkuat proaktifitas dan otot continuous improvement-nya, atau, menggantinya dengan pemain yang memiliki sikap dan ambisi bertanding yang lebih baik.  Kapan harus dilakukannya?  Sejak menit pertama manajemen puncak mengetahui hal tersebut (agar tidak menjadi chronic problem, masalah yang sudah terjadi bertahun-tahun).(dap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: