JOHN NAISBIT: FOCUS TO THE SCORE

Darmin A. Pella

images-mindset-wwwplatformtennisorgSaya menyukai John Naisbitt, dalam Mind Set!: Reset Your Thinking and See the Future, ketika berkata, “Fokuslah pada skor pertandingan”. Jangan terpaku pada analisis pertandingan, tapi pada berapa hasilnya.  

Fokuslah pada skor pertandingan adalah salah satu dari sebelas pola pikir yang digunakannya dengan konsisten untuk membaca dunia lebih baik dari kita semua.  Kemampuan John Naisbitt yang diakui di level global tersebut, dalam membaca arah pergerakan bisnis dan masyarakat di masa depan,  diabadikan oleh kesuksesan bukunya Megatrends dan Megatrends 2000.  Kesebelas pola pikir yang menuntunnya menghasilkan insight tentang apa yang akan terjadi di masa depan kemudian diceritakannya dalam Mind Set

Seringkali seseorang mengatakan perusahaan kita bagus,  sementara faktanya menunjukkan human & capital productivity-nya dari segala segi menunjukkan penurunan.  Seringkali seseorang mengatakan bahwa penjualan kita bagus, sementara faktanya market share-nya turun terus.  Seringkali seseorang  mengatakan tim  kita bagus, tapi faktanya tim  tersebut kalah terus.  Seringkali seseorang mengatakan saya berhasil membuat ekonomi lebih baik, tapi faktanya angka pengangguran tidak berubah.  Seringkali seseorang mengatakan saya rajin, faktanya ia tidak hadir atau terlambat lebih banyak dari lainnya. Dan seterusnya.  

“Fokuslah pada skor pertandingan” berarti jangan terpengaruh isu, desas-desus, klaim, dan sebagainya, bila tidak didukung skor aktual.  

John Naisbitt  memiliki kebiasaan unik.  Setiap hari membaca koran, namun dari urutan terbalik, dari belakang ke depan. “Semakin ke depan, berita di koran semakin tidak dapat dipercaya”.  Berita pertama yang dibacanya adalah olahraga.  Berita olahraga adalah berita yang paling menunjukkan fakta.  Bila Arsenal melibas Cardiff 4-0, maka memang demikianlah adanya.  

Dalam KPI Management,  fokuslah pada skor pertandingan berarti, kita perlu selalu fokus pada hasil pencapaian kinerja KPI kita masing-masing.  Kita fokus mengatakan seorang pemegang jabatan kompeten atau tidak melihat angka progress pencapaian target KPI-nya.  Kita percaya bahwa seseorang dalam perusahaan kita benar-benar berhasil bila ia berhasil membuktikan skor angka KPI yang telak memenangkan persaingan.   

Kita percaya bahwa seorang wiraniaga lebih baik kalau skor kinerja customer visit,  sales achievement, AR Daysdan customer satisfactionnya meningkat.   Kita menaruh hormat pada manajer produksi yang mengatakan produktifitas manufakturnya semakin sukses ketika ia berhasil menunjukkan skor kinerja manpower productivity, production rate, internal reject, atau customer claim membaik.  Dan seterusnya.  

Saya sangat gembira, ketika seorang manajer mendatangi saya dalam suatu sesi consulting, “Pak, dengan KPI, mulai sekarang di perusahaan ini kami bilang pada semua orang :  Hemat Kata, Banyak Data”.  Rupanya, sebelumnya di perusahaan tersebut klaim kesuksesan berseliweran di mana-mana dengan mudahnya dan orang percaya tanpa harus didukung data. Sebelumnya, orang mudah mengklaim ia sukses, tanpa harus menunjukkan data, dan anehnya orang juga percaya tanpa harus bertanya data.   Mereka kini menyadari budaya seperti itu tidak membawa perusahaan ke pemenang di jalur persaingan.  

Terbuka oleh pengetahuan mengenai pentingnya mengintegrasikan KPI Management dalam aktifitas sehari-hari, mereka melakukan transformasi perilaku.  Mereka menghapus perilaku lama, dan menggantinya dengan perilaku baru yang lebih berorientasi bisnis.   (dap)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: