ANCOL SPECTACULAR: DEVELOPING ENTREPRENEUR LEADER

Darmin A. Pella

images-wwwentrepreneurshippngTugas seorang bawahan adalah membuat atasannya tidur nyenyak.   Tugas seorang atasan adalah memikirkan masa depan bawahannya.   Bawahan membuat atasannya tidur nyenyak bila ia berhasil mendemonstrasikan result orientation, bahkan sudah anticipative thinking menyelesaikan kemungkinan masalah yang akan muncul.  Atasan memikirkan masa depan bawahannya bila ia mengambil amanah mengembangkan kompetensi, motivasi, komitmen dan karir bawahannya ke level tertinggi.   

Demikian ungkapan yang saya sampaikan dalam Workshop Mentoring: Prepare Others to Succeed di Pembangunan Jaya Ancol Tbk (kode emiten Bursa Efek Jakarta:  PJAA).  

PJAA bergerak dalam bidang properti, real estate pengelolaan taman hiburan, dan lain-lain. Salah satu anak perusahaan adalah PT Taman Impian Jaya Ancol yang mengelola Ancol, sebuah sarana rekreasi berisikan berbagai macam wahana dan menjadi sarana rekreasi keluarga favorit di Jakarta.  

Perbincangan board visioning  dengan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PJAA,  mengungkapkan bagaimana perusahaan ini memiliki impian  mencetak Ancol Man.   SDM yang bekerja secara total dan dengan sepenuh hati.  Selalu berkaitan dengan nurani, tidak semata memikirkan kompensasi (karena dengan bekerja baik otomatis kompensasi dan apresiasi akan datang dengan sendirinya).  SDM pintar, kompeten dan bermain secara total sangat dibutuhkan karena SDM PJAA  berada dalam perusahaan jasa.  Life cycle sangat pendek sehingga kalau bekerja secara standar akan tertinggal oleh persaingan. Semua ini bermuara pada pentingnya mengembangkan critical competence: entrepreneurship.

Kompetensi kritikal inilah yang menjadi backbone tema pengembangan SDM di PJAA saat ini. Dalam rangka menopang agenda Ancol Spectacular yang ditandai dengan ekspansi usaha.

Lantas bagaimana membangun pemimpin masa depan yang berjiwa entreprenur?

Esensi entrepreneurship adalah creating something new, to innovate, to solve old problem with new solution.

Pemimpin masa depan adalah para pemimpin yang bekerja tidak hanya berdasarkan aturan (rule) dan dengan kacamata kuda.  Pemimpin masa depan adalah pemimpin yang mampu berpikir lateral, tidak hanya linier. mampu berpikir secara divergen tidak hanya konvergen. Mampu berpikir meloncat, tidak hanya dengan urutan standar.  Hanya dengan demikian pemimpin bisa berpikir out of the box dan memberikan inovasi bagi pekerjaanya.

Satu hal lagi yang perlu kita bangun agar muncul entreprenurship dalam perusahaan: yakni menghasilkan budaya free from fearness.  Kita tidak mungkin menghasilkan pengusaha bila kita tidak menghilangkan budaya ketakutan, takut berbuat salah, takut rugi, takut mengambil resiko dalam perusahaan.    

Esensi enterpreneurship adalah risk taking.  Seseorang dapat dianggap memiliki bakat seorang entrepreneur bila ia berani mengambil resiko.  Bob Sadino mengatakan kepada ratusan mahasiswa dalam suatu seminar enterpreneurship di kampus UI:  “Bila Anda benar-benar ingin jadi pengusaha,  tinggalkan seminar ini. Dan jangan kembali lagi”.   

 Jorman Olilla, CEO legendaris yang melakukan turn-around di Nokia  misalnya, membangun budaya ini dengan baik.  Salah satu peraturan di Nokia ialah Anda dapat mengajukan proposal untuk melakukan riset untuk memahami pelanggan Anda lebih baik.  Lalu mengeluarkan dana. Lalu menguji coba. Lalu melempar ke pasar.  Dan, ini menariknya, ada garansi bahwa kegagalan produk,  tidak akan membuat seorang manajer dipecat.  “No one get fired here if the project became failed”.  Tidak ada yang dipecat karena gagal meng-exercise sense of entrepreneurshipnya.  Karena kewirausahaanitu dipraktekklan. Bukan diteorikan.

Entrepreneur leader  adalah  pemimpin yang mampu melihat fakta yang berkembang, sanggup bekerja untuk membangun  new business model perusahaan.  Sense of creating new source of income  mesti menjadi prioritas utama.  ia tidur, bangun dan mimpi terkait bisnis perusahaan.  Agar mendapatkan terobosan baru new sources of generating revenue terus-menerus.  

 Entrepreneur leader memiliki kepedulian sosialnya yang baik, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang membuat pertumbuhan perusahaannya bagus. Ia juga  bertanggung jawab secara mandiri atas pekerjaan yang diberikan dan memberikan improvement yang luar biasa.  ia terbiasa bekerja dalam kondisi under pressure,  justru dengan dipressure ia menunjukkan kemampuan optimalnya.

 Apple Inc, yang bertengger dua kali sebagai Most Admired Companies berhasil menjual 22,7 juta Ipod dalam kuartal pertama 2009.  Perusahaan Steve Job ini juga menjual 4,4 juta iPhone.   Baik iPod maupun iPhone, keduanya merupakan buah sukses usaha mendapatkan new blockbuster product bagi perusahaan.  

Kembali ke PJAA, tantangannya adalah bagaimana di proses pembangunan PJAA mampu  menyajikan suatu services yang low investment but satisfying.  Lebih bagus lagi bila sampai pada tahap addicting.  Ini disebabkan product life cycle yang pendek merupakan tantangan utama dalam inovasi saat ini.    Dengan krisis global, di mana investasi dalam jumlah besar berisiko, tantangannya adalah bagaimana  bisa dari hal-hal yang kecil yang direspon pasar. Ini berarti perlu berkreasi dengan membangun unit bisnis kecil atau bisa membangun bisnis kecil yang sederhana di dalam atau luar Jakarta tapi tetap membawa nama Ancol dan mendapatkan keuntungan. 

Kemampuan membangun suatu restoran sebagai  anchor bisnis, membangun bisnis property, atau bisnis lainnya selain rekreasi menjadi ranah baru yang menarik bagi Ancol dewasa ini.

One Response

  1. Tullisan yang sangat menarik untuk disimak dan diaplikasikan di lingkungan kerja, namun bagaimana dengan lingkungan kerja birokrat (spt; pns dan/atau BUMN/BUMD) yang sangat melekat dengan kultur feodalnya, padahal di lingkungan tersebut juga dituntut untuk profesional, dan jika di lingkungan birokrat bisa memiliki jiwa wiraswasta, maka profesionalitas tetap terjaga untuk bisa mengembangkan sifat dan karakter entrepeneurship ? yang pada akhirnya dapat memuaskan pelanggan (pelanggan internal atau pelanggan eksternal), sehingga target dan tujuan organisasi/perusahaan akan lebih mudah dicapai. terimakasih pak atas pencerahannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: