HARD COMPETENCE: FONDASI MENUJU CORE COMPETENCE

Darmin A. Pella

images-ksontapscomSetelah tiga hari memandu, memfasilitasi, melakukan focus group discussion,  dan menghasilkan technical competence tree untuk salah satu klien dalam hal ini PT TASPEN (PERSERO), Saya tertarik untuk membuat catatan mengenai hard competence di blog ini.   Tulisan ini adalah salah satu catatan atas Workshop Hard Competence yang  diselenggarakan AIDA Consultant bekerjasama dengan PT TASPEN (Persero).

Hard competence memiliki beberapa istilah yang kurang lebih berarti sama.  Beberapa istilah sama tersebut  digunakan secara bergantian dalam literatur, maupun penggunaan praktis perusahaan.  Istilah hard competence dapat disinonimkan dengan istilah lain seperti technical competence, technical knowledge & skill, funtional competence, dan beberapa perusahaan bahkan menggunakan istilah business competence.


Mengapa technical competence ini penting?  Karena menurut Saya, ia adalah fondasi dasar mengembangkan core competence perusahaan.  Bila perusahaan kita memiliki core competence, itu berarti perusahaan memiliki fondasi jangka panjang menuju keberhasilan di beberapa generasi.

Strategi bersaing melalui core competence sangat dihormati oleh para pebisnis dan pakar manajemen.  Ini disebabkan salah satu strategi bersaing perusahaan yang sulit ditiru pesaing adalah membangun excellence melalui pengembangan functional, special atau technical competence untuk menjadi perusahaan terdepan dalam industrinya.

Dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi, ini adalah upaya membentuk SDM yang mempunyai Integritas, Kompetensi dan Profesionalisme.  Hanya dengan manusia berkompeten kita mampu memperbaiki proses,  memuaskan pelanggan, serta mencapai Visi dan Misi Perusahaan.

Dalam upaya memacu untuk karyawan untuk lebih terampil, potensial dan berkinerja baik, kita memerlukan tolak ukur pengembangan sumber daya manusia,  dengan menetapkan Kamus Kompetensi Teknis  yang merupakan  bagian dari Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK).

Direktori kompetensi teknis, sangat mendukung perusahaan mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan. Dengan adanya direktori kompetensi teknis, perusahaan dapat menyelenggarakan adanya pelatihan Hard Competence berkesinambungan dan terhubung kebutuhan bisnis nyata perusahaan.  Dengan adanya direktori kompetensi teknis, kita pun dapat menggunakannya sebagai alat ukur Hard Competence untuk emmastikan munculnya budaya kompetensi  (the culture of competence).

Langkah ini dimulai dengan mengenali functional / technical competence directories di seluruh bidang penting dalam perusahaan.  Selanjutnya direktori kompetensi teknis tersebut menjadi dasar untuk membangun sistem pengembangan kompetensi teknis,  program pelatihan, program asesmen kompetensi teknis, prosedur perencanaan SDM dan rekrutmen terkait kompetensi teknis, prosedur promosi dan evaluasi jenjang karir serta prosedur kompensasi atas penguasaan kompetensi teknis.

Technical Competencies di perusahaan memiliki ciri:  area kompetensi sangat luas (wide), setiap area kompetensi memerlukan kedalaman yang sangat teknis dan spesifik (depth) , bentuk pengembangannya bersifat perjenjangan dengan tingkat profisiensi yang berbeda (difference), serta pendefinisian dan pengembangannya memerlukan waktu yang panjang dan bertahap (long term).

Saya memiliki pengalaman dipercaya memimpin project technical competence di beberapa perusahaan seperti Taspen (Persero), Sugity Creatives, Indocare Group (EsterC), Asalta Mandiri Agung, Graha Menara Hijau, dll.  Dalam melatih dan membimbing perusahaan menyelesaikan direktori kompetensi teknis tersebut, diselenggarakan serangkaian Consulting Technical  Competency.  Aktifitas didalamnya  berisikan Training, Workshop, Consulting, dan Clinical  Technical Competency.  Saya pun kini memiliki cukup pengalaman dan bahan untuk mulai menulis buku mengenai Hard Competence ini.

Melalui serangkaian kegiatan tersebut perusahaan:

  1. Mendapatkan Pemahaman seluk beluk  Technical Competency Tree
  2. Memiliki beberapa model Worksheet Technical Competency Tree
  3. Melakukan identifikasi  Technical Competency Tree Layer-1
  4. Melakukan identifikasiTechnical Competency Tree Layer-2
  5. Melakukan identifikasi  Technical Competency Tree Layer-3
  6. Melakukan identifikasi Technical Competency  Proficiency Level
  7. Melakukan identifikasi Technical Competency Directory
  8. Dapat melakukan Penyusunan Assesment Competency berupa:
    1. i.      Assessment Technical Competency: Questionnaire / Paper & Pencil Test
    2. ii.      Assessment Technical Competency: Interview

Manfaat dari hasil semua aktifitas di atas jelas.

Melalui berbagai kegiatan  ini perusahaan dapat memperjelas direktori kompetensi teknis di area kerja Marketing, Sales, Customer Service, Produksi, PPIC, Engineering, Manufacturing, Logistics, Purchasing, Quality Assurance, HRD, Finance,  Accounting, General Affair, Internal Audit, Information Technology,  Secretary, dan bidang-bidang kerja lainnya.

Perusahaan mampu membedakan level keahlian setiap kompetensi teknis agar pelas pembedaan tingkat penguasaan antar jabatan dari level tertinggi   sampai terendah.

Dalam jangka pendek, direktori kompetensi teknis tersebut menjadi dasar untuk sistem pengembangan kompetensi teknis,  program pelatihan, prosedur perencanaan SDM dan rekrutmen terkait kompetensi teknis, prosedur promosi dan evaluasi jenjang karir serta prosedur kompensasi atas penguasaan kompetensi teknis.

Dalam jangka menengah, direktori kompetensi teknis tersebut menjadi dasar  pencarian penetapan, dan pengembangan best practices untuk menjadi core competence perusahaan.

Dalam jangka panjang, direktori kompetensi teknis tersebut menjadi fondasi bersaing, sumber mata air bisnis perusahaan untuk beberapa dekade, dan memantapkan posisi perusahaan dalam bisnis berkelanjutan di beberapa generasi ke depan.(da)

2 Responses

  1. pa, mau tanya buku mengenai hard competency judulnya apa ya, saya mau penelitian tugas akhir, butuh referensi mhon bantuannya. terimakasih

    • Saya belum menemukan buku hard competency. Jadi mengumpulkan bahan dari internet dan mengkonstruksi adalah alternatif yang saya lakukan selama ini. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: