SHENHUA: INNOVATION OF MINING TECHNOLOGY

Darmin A. Pella

China Shenhua Energy (CSE), adalah perusahaan yang bergerak di bisnis bidang tambang batubara, plus kereta, pelabuhan dan pembangkit tenaga listrik. Perusahaan yang terdaftar di Shanghai Stock Exchange dengan kode 601088 ini memiliki usaha produksi, pemrosesan, transportasi dan penjualan produk batubara. CSE memiliki saham di perusahaan batubara lain seperti Shendong, Zhunge’er, Wanli, dan Shengli.

Pada saat bersamaan CSE juga mengoperasikan jaringan kereta api Shuohuang, Shenshuo, Dazhun, Baoshen, dan Huangwan. Tidak hanya itu, CSE juga masuk ke bisnis pelabuhan dengan mengelola pelabuhan Huanghua dan dok batubara Shenhua Tianjin, sebagai pelabuhan pihak ketiga, termasuk didalamnya pelabuhan Qinhuangdao dan Tianjin untuk kebutuhan transportasi batubaranya.

Oleh karena bisnis batubara memiliki business boundary yang sangat lentur dengan bisnis penyediaan energi, CSE pun melakukan forward integration dengan memproses dan menjual energi. Pada Desember 2008, CSE telah mengontrol dan mengoperasikan 14 pembangkit listrik batubara dengan total kontribusi 6.993 Megawatt.

Didirikan tahun 2004, sebagai pemain terbesar kedua batubara di China, CSE memiliki 11.457 milyar ton cadangan batubara, dengan sumber daya sebesar 17.996 milyar ton. Wilayah operasinya yang luas meliputi China dan Asia Pasifik. Produksi pada tahun 2008 185,7 juta ton, sedangkan tahun 2009 mencapai 210 juta ton. Produksi bulanan Shenhua adalah 19.4 juta ton (Januari 2010), dengan penjualan 24,1 juta ton. Data tersebut menunjukkan peningkatan 10.2% YOY, dan 24,9% YOY, dimana penjualan sejumlah 1.2 juta ton merupakan penjualan ekspor.

Dalam rangka mencari solusi terkait masalah teknologi material, inovasi teknologi harus muncul sebagai jawabannya. Inovasi teknologi harus hadir untuk mendukung pertumbuhan yang cepat sekaligus ramah lingkungan dan berperspektif bisnis berkelanjutan.

Terobosan teknologi yang dilakukan Shenhua memberikan dampak ekonomis dan sosial.  Berdasarkan perhitungan statistik, inovasi teknologi di Shenhua telah mendatangkan tambahan keuntungan minimal RMB 600 juta, dalam satu tahun, hanya di tahun 2009.  Apa saja terobosan dan inovasi teknologi tersebut?

Pertama, teknik produksi dan konstruksi yang telah dimodernisasi. Si pertambangan Shendong, Shenhua melakukan penelitian mengenai implementasi  teknik konstruksi pertambangan yang cepat.  Berdasarkan penelitian tersebut, dibutuhkan hanya 10 bulan untuk  menyelesaikan konstruksi tambang Yuejialiang dengan rancangan kapasitas produksi 8 juta ton per tahun.  Teknik konstruksi cepat Shenhua ini kemudian menjadi rekor dunia baru konstruksi tambang bawah tanah berukuran extra luas (world record for the construction of an extra large size underground mine).

Dalam hal ini, Shenhua menjadi yang pertama dalam menciptakan teknologi menggunakan auxiliary tunnels dan multi-tunnels dalam lokasi kerja tambang untuk mendapatkan kecepatan pergerakan orang dan barang.  Shendong Halagou telah membangun tambang pertama di dunia, dengan kapasitas 10 juta ton, yang dapat mengakomodasi 100 orang.  Tambang Shendong telah mencapai level puncak kelas dunia dalam hal keamanan, perlindungan, dan efektifitas. Dampak ekonomis langsung dengan menggunakan aplikasi teknik konstruksi baru ini diperhitungkan mencapai pengurangan investasi sejumlah 16,3 Milyar Yuan dalam kurun tahun 2006-2008.  Bukti aplikasi teknologi ini mendatkan penghargaan berupa the First Prize of National Science and Technology Advancement Award.

Inovasi teknologi kedua yang dilakukan Shenhua adalah lokalisasi penelitian dan pengembangan peralatan-peralatan ekstraksi batubara (coal extraction). Shenhua Group telah menginisiasi beragam studi dengan berbasis pada multi-form critical technology.  Salah satu hasilnya adalah Shenhua berhasil memproduksi secara lokal seri peralatan pelindung hidrolik (hydraulic shields) dari ukuran 2,4 m sampai 6,3 m.  Peralatan ini kemudian  segera menjadi bagian dari usaha monopoli global bisnis peralatan tambang.  Peralatan ini menghasilkan terobosan penyelesaian masalah mesin. Shenhua melakukan pembelian pelindung hidrolik lokal tersebut, dan segera setelah diperhitungkan selama tiga tahun, 2006-2008, kerja keras ini telah berbuah penghematan investasi sejumlah RMB 6.6 Milyar pada peralatan tambang.  Di sisi lain, melalui inovasi teknologi yang berbuah produsi lokal peralatan pelindung hidrolik ini, Shenhua menciptakan pasar senilai RMB 10 Milyar untuk group perusahaannya.

Inovasi teknologi ketiga yang dilakukan Shenhua adalah penelitian dan aplikasi teknologi utilisasi batubara di pembangkit energi panas Shenhua.  Aplikasi teknologi memberikan dukungan tekonologi untuk pusat daya (power station) lokal 8- juta KW menggunakan batubara dari Shenhua sebagai bahan bakar yang bersih dan aman, dengan efisiensi pembakaran tinggi.  Dari sejak tahun 2006-2008, konsumsi batubara Shenhua telah meningkat 179 juta ton, yang menghasilkan dampak ekonomis RMB 138 juta.  Shenhua memposisikan dirinya sebagai penyedia batubara thermal tipe yang paling penting baik di China maupun dunia global.

Inovasi Teknologi sebagai Senjata Bersaing

Inovasi teknologi sebagaimana dilakukan Shenhua merupakan salah satu senjata bersaing. Selain melakukan strategi total low cost strategy, atau customer intimay, Shenhua juga telah menggunakan inovasi teknologi untuk mencapai product atau process leadership sebagai bagian dari strategi bersaingnya.

Melalui inovasi teknologi, Shenhua menciptakan tipe batubara thermal untuk mengalahkan produk kompetitor (outperform competitor). Dengan menciptakan teknologi baru dalam peralatan hydraulic shields, Shenhua menerapkan blue ocean strategy, karena berhasil menciptakan kondisi di mana persaingan terkait investasi hydraulic shields lama telah menjadi tak relevan. Dengan inovasi teknologi maupun proses bisnis, yang belum dapat disamai oleh perusahaan lain, suatu perusahaan menciptakan wilayah persaingan baru tanpa pesaing.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa perusahaan yang inovatif dalam menghasilkan teknologi, serta produk dan jasa yang ditawarkan memiliki posisi untuk bersaing paling efektif di pasar (Hodgetts, Luthans, dan Slocum; 1999).

Inovasi teknologi yang dilakukan Shenhua berkontribusi pada kemampuannya untuk terus eksis dan memimpin pasar. Namun Shenhua hanya dapat melakukan inovasi teknologi, bila ia terbuka untuk mengkaji seluruh proses bisnis yang telah dilakukannya. Inovasi tidak dapat dicapai Shenhua ketika manajemen bersikap tertutup dan menganggap apa yang dilakukan perusahaan adalah yang terbaik. Untuk mampu berinovasi Shenhua harus terus-menerus memeriksa kembali bagaimana perusahaan mendapatkan, menggabungkan, dan menyemai, dan mendayagunakan informasi di antara berbagai departemen lintas fungsi. Fungsi manajemen puncak adalah memastikan bahwa setiap inovasi harus menghasilkan bisnis model dan memberikan nilai bagi perusahaan.

Siapa yang melakukan inovasi teknologi di perusahaan? Tentu saja manusia. The man behind the gun. Bisnis, yang penting adalah manusianya.

Di antara berbagai faktor yang menunjang keberhasilan bisnis perusahaan, atribusi terpenting keberhasilan jangka panjang perusahaan terletak pada manusia. Setiap perusahaan pemimpin pasar yang dikagumi di dunia memiliki penghargaan pada pribadi di dalam filosofi perusahaannya. Penghargaan pada pribadi yang memiliki kompetensi, komitmen dan integritas.

Agar terus-menerus memiliki kemampuan untuk menyemai inovasi di dalam perusahaan, manajemen puncak harus mengelola resource stocks dan integrative capability.

Resource stocks adalah kumpulan sumberdaya dan kapabilitas perusahaan yang terdiri dari sumber daya tangible hingga intangible (nirwujud), berupa teknologi, keuangan, hingga human capital (Verona, 1999; Grant, 1991).

Adapun integrative capability merupakan representasi kemampuan perusahaan secara spesifik dan konkret untuk mengambil, menyerap, dan menyatukan sumber pengetahuan internal dan eksternal, mengkonfigurasi dan rekonfigurasi basis sumberdaya perusahaan, dan mengerahkan sumberdaya perusahaan berdasarkan visi dan keputusan manajemen puncak yang berorientasi entrepreneurship (Eisenhardt and Martin, 2000; Cohen and Levinthal, 1990; Rumelt, 1987).

Intrapreneurship merupakan salah satu cara untuk merangsang inovasi dan kreativitas dalam organisasi. Melalui intrapreneurship, visi kewirausahaan karyawan dan manajer disalurkan, tidak dihambat, sehingga ia tidak keluar dan memilih melaksanakan gagasannya di tempat lain. Karyawan kreatif merupakan bibit-bibit intrapreneur di perusahaan. Dengan berbagai program, mereka dapat dipacu untuk memperluas kreativitas melebihi perbaikan metode yang biasa. Karyawan kreatif diberikan independensi untuk menangani proyek penelitian tertentu, diberi dana untuk memulai suatu perbaikan proses bisnis, memperbaiki bisnis unit, di bawah supervisi Direktur.

Artinya, bagi perusahaan, langkah bersaing awal adalah memastikan perusahaan memiliki sumberdaya dan kapabilitas dengan kualitas tertentu dan unik. Selanjutnya, perusahaan perlu memastikan bahwa perusahaan dan menggunakan integrative capabilitynya untuk kedalam penggunaan yang produktif dalam rangka mempercepat proses, memuaskan pelanggan, menurunkan biaya dan meningkatkan pendapatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: