ORGANIZATIONAL TALENT CRISIS

Darmin A. Pella

talent_management dap2Competitive Advantage of Nations, menyatakan dengan sangat jelas bahwa keunggulan komparatif suatu negara akibat factor endowments seperti tanah yang luas, lokasi di peta bumi, sumber daya alam mineral dan energi, dan populasi yang besar tidak serta merta membawa kita pada keunggulan kompetitif.

Dalam perspektif organisasi, keunggulan kompetitif organisasi bukanlah karena sudah lahir lebih dulu, tidak memiliki kesulitan dana, namanya sudah dikenal, atau saat ini sedang untung.  Semua perspektif keunggulan kompetitif organisasi seperti itu bukanlah keunggulan yang sesungguhnya.  Keunggulan kompetitif organisasi yang kokoh dalam jangka panjang terjadi ketika organisasi tersebut mampu menghasilkan talenta lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Permasalahannya, organisasi kita tidak mampu menghasilkan talenta lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Telah terjadi krisis talenta di hampir semua organisasi dan industri kita. Bahkan telah terjadi krisis talenta kepemimpinan dalam waktu lebih dari tiga dasawarsa di negeri ini.

Apa saja ciri-ciri telah terjadi krisis talenta?  Berikut ini ialah beberapa tanda-tanda praktek organisasi, perusahaan atau negara yang telah beroperasi dalam kondisi krisis talenta:

  • Begitu banyak rancangan ide, visi, dan target program bagus yang telah  dibuat, sekaligus begitu sedikit yang telah benar-benar tercapai sesuai janji
  • Begitu banyak program bagus yang perlu dilaksanakan, sekaligus begitu sedikit tersedia orang berkualitas untuk melaksanakannya
  • Begitu banyak orang yang bersedia ditunjuk untuk melaksanakan program, sekaligus begitu sedikit yang dapat dipercaya dapat menjalankan amanah tersebut dengan memuaskan
  • Begitu banyak posisi penting harus diisi dalam organisasi, sekaligus begitu sulit mencari orang untuk mengisinya
  • Organisasi dipaksa untuk saling membajak di antara sesama  pemain dan profesional dalam industri
  • Penawaran kompensasi antara satu organisasi dengan organisasi lainnya untuk menarik talenta terbaik cenderung tak terkendali
  • Talenta terbaik dapat berpindah sesuka hati dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan tetap mendapatkan pujian, penghargaan, sikap dan perlakuan positif dari industri
  • Frekuensi kepindahan talenta terbaik di satu industri dapat terjadi dalam kurun waktu di bawah satu atau dua tahun
  • Organisasi telah dipaksa untuk merekrut talenta terbaik bahkan di luar industri, karena  di dalam industri sendiri tidak tersedia

Krisis talenta merupakan tanda jelas bahwa organisasi, perusahaan, industri dan negara belum mengelola talenta dengan benar.  Banyaknya jumlah manusia, yang sekaligus dibarengi dengan sangat langkanya calon pemimpin berkualitas, menandakan manusia di dalam organisasi dibiarkan berkembang alakadarnya@.

* Seri tulisan menyambut penerbitan Buku “Talent Management”, Gramedia, 2010

(Note: Artikel ini merupakan sebagian dari isi Buku “MANAJEMEN TALENTA: MENGEMBANGKAN SDM UNTUK MENCAPAI PERTUMBUHAN DAN KINERJA PRIMA  yang akan segera diterbitkan melalui Penerbitan Gramedia).

One Response

  1. Ass ww.
    Apantu kareba saribattang ?
    salam hangat buat keluarga dan seluruh keluarga besar Darmin Pella, semoga contact ini dapat menjadi ajang silaturrahmi membangun k nilai-nilai, tradisi budaya yang terdergradasi, tergerus peradaban asing yang semakin nyata mengemuka dalam putaran roda kehidupan yang semakin cepat di perantauan jauh dari kampoeng ta’.

    Wassalam,
    Rizal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: