BE CAREFULL, MANAGERS DECISION CAN DESTROY COMPANY STRATEGY

Darmin A. Pella

breakchainHATI-HATI, KEPUTUSAN MANAJER DAPAT MERUSAK  IMPLEMENTASI STRATEGI ORGANISASI ANDA.

Setiap hari manajer membuat keputusan atau tidak membuat keputusan.  Keputusan tersebut memiliki dampak pada strategi perusahaan.  Perlu diperhatikan dengan cermat bahwa belum tentu semua keputusan manajemen memiliki dampak positif.  Keputusan seorang manajer dapat berdampak kontra  produktif pada implementasi keputusan strategis organisasi.  Berikut ini adalah contoh bagaimana keputusan seorang manajer bukannya mengimplementasikan, namun justru merusak upaya implementasi strategi perusahaan.

Apa saja contoh perilakunya?

  1. Manajer memutuskan menunda-nunda pengeluaran anggaran pelaksanaan pelatihan.  Atau menahan pembiayaan untuk menjalankan program strategik. Atau menunda pelaksanaan pembangunan gedung baru yang sudah jelas melalui cost-benefit analysis atau feasibility study memang dibutuhkan.
  2. Manajer melakukan analisis perubahan struktur, namun draft struktur dibiarkan selama beberapa bulan sampai terjadi pergantian tahun tidak juga disetujui (approved).
  3. Manajer tidak mau mengubah struktur, mengandalkan struktur lama, padahal proses bisnis dan tuntutan internal customer serta external customer telah berubah
  4. Manajer melaksanakan pelatihan, studi banding, pendidikan, namun agenda sesungguhnya adalah memberikan hiburan, travelling, perjalanan dinas, tambahan uang saku, atau agar libur dari kantor.
  5. Manajer hanya membuat program namun mendiamkan rencana sampai lama atau menunda-nunda pelaksanaannya.
  6. Manajer membuat sensus dan analisa supaya mendapatkan data akurat, namun setelah mendapatkan data, tidak ditindaklanjuti dengan analisis dan perencanaan perbaikannya
  7. Manajer yang dituntut harus membuat keputusan untuk dilaksanakan, namun keputusan tak kunjung dibuatnya.
  8. Manajer membuat keputusan namun berubah-berubah keputusan dalam hitungan hari, antara maju, mundur, analisa, maju, mundur, pertimbangkan, maju, diam, mundur, diam, ….. Dengan kata lain, Manajer menunda-nunda keputusan karena keragu-raguan yang teramat sangat padahal waktu terus berjalan.  
  9. Manajer membiarkan seorang karyawan yang tidak berkontribusi tetap di tempatnya, enak menikmati posisinya, tanpa evaluasi, serta reward & punishment yang sesuai
  10. Manajer membiarkan diri terbawa oleh pendapat gosip tidak jelas dan membuat keputusan berdasarkan gosip tersebut.
  11. Manajer hanya marah kepada bawahan, tetapi tidak memberi solusi sehingga bawahan menjadi takut, bukan lebih pintar dan kapabel mengatasi masalah.  
  12. Manajer tidak melatih tim atau bawahannya karena takut / merasa terancam bawahannya akan pintar dan bisa mengambil alih posisinya.
  13. Manajer menggunakan waktu kantor untuk bermain atau kepentingan pribadi. 
  14. Manajer menahan bawahannya untuk mengikuti pendidikan karena alasan sibuk dalam pekerjaan, padahal pekerjaan dapat dikelola dan didelegasikan, bawahan mengikuti pendidikan sehingga kapabilitas penyelesaian masalahnya membaik. 
  15. Manajer tidak mau berubah, tetap saja menggunakan pola pikir lama dan tradisional dan tidak mau menerima kenyataan bahwa manajemen telah bergerak cepat berinovasi di semua sistem.
  16. Manajer tidak mau berinvestasi atau menjelek-jelekkan teknologi informasi karena khawatir proses akan lebih bersih dan kinerja akan terbuka terang-benderang.
  17. Manajer berpendapat terhadap sesuatu hal untuk digunakan atau tidak digunakan karena ada agenda pribadi tersembunyi
  18. Manajer tidak mau mengundang konsultan untuk memperbaiki sistem perusahaan. Atau hanya mengundang konsultan, menganalisa,  namun tidak  memutuskan akan bekerjasama dengan siapa.
  19. Manajer bekerjasama dengan vendor bukan karena kualitas terbaik, tetapi semata-mata karena harga murah meskipun kualitasnya diragukan.   
  20. Manajer memilih vendor bukan karena kompetensi, kehandalan dan integritas namun karena faktor kekerabatan dan keuntungan pribadi. 
  21. Manajer terlibat dalam conflict of interest dalam pekerjaan sehingga tidak objektif dalam berpikir, berpendapat, bersikap dan berperilaku
  22. Manajer mengeluarkan pendapat dalam rangka menahan pengembangan sistem manajemen yang memajukan perusahaan karena khawatir kehilangan kesenangan pribadi (individual comfort zone)  

Menjaga agar kondisi di atas tidak terjadi dapat dilakukan melalui alternatif langkah berikut:

Pertama, membuat proyek untuk menghasilkan pedoman perilaku code of conduct   dalam perusahaan dan mensosialisasikannya kepada seluruh karyawan sehingga mereka menyadari tindakan apa saja yang menurunkan kualitas implementasi strategi.  Hari ini juga, Anda pun  bisa membagikan tulisan saya ini segera kepada seluruh karyawan dan pimpinan Anda.

Kedua, melaksanakan pelatihan kepada seluruh manajer dan pimpinan unit kerja untuk memahami strategi, dan menyadari keputusan-keputusan yang berdampak kontrak produktif bagi implementasi strategi.

Ketiga, memastikan terjadi proses review, monitor, pengecekan dalam meeting PDCA progress Review bulanan, untuk memberi umpan balik dan pendidikan bagi manajer dan pimpinan unit kerja yang bertindak kontra produktif untuk implementasi strategi

Keempat, memberikan pelatihan bagi para atasan agar mampu  melaksanakan coacing and counseling bagi semua bawahannya bila membuat keputusan dan melakukan tindakan yang kontraproduktif bagi implementasi strategi.

Manajer membuat keputusan yang merusak implementasi strategi karena tidak mendapatkan pelatihan untuk  memahami kerangka implementasi strategi dan mengerti perannya dalam implementasi strategi. Anda dapat menghubungi kami untuk mendapatkan pelatihan tersebut (dap).

Untuk permintaan artikel ini dalam layout pdf yang menarik sehingga bisa Anda distribusikan kepada karyawan dan rekan Anda, gunakan email perusahaan Anda ke email dap@aidaconsultant.com 

2 Responses

  1. dear pak darmin…. your writing is getting sharper and sharper as days goes by… let me reblog it ya….🙂

  2. Reblogged this on Pray. Play. Love. Laugh. Work. and commented:
    it is a warning to improve manager skill and an alarm for staff and management so they know how to deal with managers. and it is also a guidance for managers about what’s right decision to be made. I think the conclusion is everyday continuous improvement for our own interpersonal skill at work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: