DIREKSI SEBAGAI MANAGEMENT GURU

Darmin A. Pella

jack-welch-teaching2Di dalam buku Manajemen Talenta yang diterbitkan Gramedia, saya membahas tujuh hal penting yang perlu diperhatikan dalam memulai dan menjalankan program pusat pengembangan talenta yakni.

Pertama, memperjelas Misi, Visi, Strategi dan Struktur Organisasi. Kedua, memastikan Relevansi Program dengan Bisnis.  Ketiga, menyiapkan Sistem Informasi SDM.  Keempat, menciptakan Buzz Program. Kelima, melibatkan Atasan Peserta.  Keenam, menjadikan Direksi sebagai Management Guru. Ketujuh, menjadikan pusat pengembangan talenta sebagai mimpi pribadi.

Pada bagian ini saya ingin menyampaikan kembali pentingnya memaksimalkan peran Direksi sebagai management guru pada aktifitas pembelajaran atau kegiatan corporate university di perusahaan kita.  Apa yang dimaksud menjadikan Direksi sebagai Management Guru?

Peter Drucker dikenal sebagai management guru di lingkup global.  Ini disebabkan Drucker memiliki jam terbang sangat tinggi di kelas-kelas manajemen memberikan pencerahan pada ribuan pemimpin bisnis dari berbagai belahan dunia.

Saatnya menjadikan dewan direksi, eksekutif puncak, atau pemegang saham di organisasi Anda sebagai management guru. Tugas kita di sini ialah memastikan bahwa terdapat sebanyak-banyaknya pemimpin senior yang mau berdiri di depan kelas sebagai guru atau presenter.   Merajut masa depan perusahaan harus dilakukan bersama-sama sejak di ruang pelatihan. Pemimpin tidak cukup hanya membuka kelas lalu pergi.  Pemimpin tertinggi perlu betah berlama-lama di dalam ruang kelas untuk menaburkan benih-benih pengalamannya yang kental dalam dunia bisnis kepada otak-otak penuh potensi yang masih haus ilmu manajemen.

Jack Welch menjadi salah satu CEO legendaris di dunia justru karena ia lebih serius mempersiapkan diri mengajar di Kampus Crotonville GE, ketimbang mengikuti business meeting bersama dewan direksi. Jack Welch menyatakan bahwa ia sangat menikmati perannya sebagai pengajar di John F. Welch Leadership.  Ia sangat menikmati perjalanannya ke berbagai kontinen dalam rangka berbagi ilmu.  Dan ia sangat bersemangat  berdiri di depan kelas melihat berbagai manajer di dalam perusahaan yang dipimpinnya mendiskusikan berbagai kasus bisnis dengan serius.

Bila kita berhasil mengeser sebagian waktu eksekutif puncak berdiri di depan kelas pelatihan manajerial, kita membantu menyegarkan mereka pada isu-isu kunci strategi dan membangun hubungan akrab dengan setiap calon penerus di perusahaan.

Saatnya mengoptimalkan peran dewan direksi, eksekutif puncak, atau pemegang saham di organisasi Anda sebagai management guru.  (dap)

Etimologi guru, kunjungi http://en.wikipedia.org/wiki/Guru

The word guru, a noun, means “teacher” in Sanskrit and in other languages derived from or borrowing words from Sanskrit, such as Hindi, Punjabi, TamilTeluguKannadaMalayalamMarathiOriyaBengaliGujarati and Nepali. The malayalam term Acharyan or Asan are derived from the Sanskrit word Acharya. It is transliterated in different ways such as “Asaan”, “Ashan”, “Aasaan” etc.

As a noun the word means the imparter of knowledge (jñāna; also Pali: ñāna). As an adjective, it means ‘heavy,’ or ‘weighty,’ in the sense of “heavy with knowledge,”[2] heavy with spiritual wisdom,[3] “heavy with spiritual weight,”[4] “heavy with the good qualities of scriptures and realization,”[5] or “heavy with a wealth of knowledge.”[6] The word has its roots in the Sanskrit gri (to invoke, or to praise), and may have a connection to the word gur, meaning ‘to raise, lift up, or to make an effort’.[7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: