PARADIGM IN RECRUITMENT

images-wwwc22couk

PARADIGMA “MENCARI ANJING HILANG” DALAM PROSES REKRUTMEN

Ketika Anda merekrut, apakah Anda menggunakan paradigma “mencari anjing hilang”?

Seseorang yang memelihara anjing suatu kali kehilangan anjing kesayangannya. Putus asa mencari ke sekeliling rumah, ia tak menemukannya.  Berharap menemukan anjingnya segera, ia kemudian membuat pengumuman. “Anjing Hilang”. Tentu saja, ia akan menempelkan fotonya.  Ia kemudian menaruh poster anjing hilang tersebut di depan rumahnya. Ia berharap setiap orang yang lewat melihatnya. Kemudian mengenali anjingnya yang hilang.

Apa yang dimaksud melakukan rekrutmen dengan paradigma “mencari anjing hilang” di sini? Yaitu ketika organisasi mebuat iklan dan menempelkannya di website.  Mengumumkan bahwa organisasi membutuhkan karyawan, dan berharap pelamar lewat melihat iklan organisasi tersebut.

Selanjutnya:

  • bila kita menganggap bahwa manusia adalah aset utama dalam organisasi.
  • bila kita menganggap bahwa orang yang bagus tidak lewat dan melamar kepada organisasi kita.
  • bila kita menganggap bahwa orang yang bagus harus dikejar, dibuat tertarik, dirayu, dan dipengaruhi untuk bergabung dengan organisasi.

Apakah cara merekrut dengan “mencari anjing hilang” tersebut cocok untuk mendapatkan orang bagi organisasi?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: