LISTEN TO THE VOICE OF YOUR EMPLOYEE

Dr. Darmin A. Pella

images-fairmanstudioscomCustomer Smile came from Employee Smile. Saya menggunakan kalimat ini untuk menyatakan bahwa hanya pegawai / karyawan yang puas yang dapat memberi pelayanan memuaskan pada pelanggan.

Pertanyaannya,  apakah manajemen melakukan cukup upaya dan investasi untuk mempelajari faktor-faktor yang memuaskan karyawannya?  Lebih jauh lagi, apakah policy and program dirancang untuk meningkatkan kebahagiaan karyawan bekerja di perusahaan?  Tulisan ini menjadi catatan atas project Employee Opinion Survey yang saya lakukan bersama PT Griya Miesejati, pengelola restaurant sukses yang sangat kita kenal:  Bakmi GM.

Baca lebih lanjut

Iklan

HARD COMPETENCE: FONDASI MENUJU CORE COMPETENCE

Dr. Darmin A. Pella

images-ksontapscomSetelah tiga hari memandu, memfasilitasi, melakukan focus group discussion,  dan menghasilkan technical competence tree untuk salah satu klien dalam hal ini PT TASPEN (PERSERO), Saya tertarik untuk membuat catatan mengenai hard competence di blog ini.   Tulisan ini adalah salah satu catatan atas Workshop Hard Competence yang  diselenggarakan AIDA Consultant bekerjasama dengan PT TASPEN (Persero).

Hard competence memiliki beberapa istilah yang kurang lebih berarti sama.  Beberapa istilah sama tersebut  digunakan secara bergantian dalam literatur, maupun penggunaan praktis perusahaan.  Istilah hard competence dapat disinonimkan dengan istilah lain seperti technical competence, technical knowledge & skill, funtional competence, dan beberapa perusahaan bahkan menggunakan istilah business competence.

Baca lebih lanjut

ATTITUDE TOWARD PROBLEM

Dr. Darmin A. Pella

Bukalah koran, majalah, televisi, tabloid, media sosial, apa saja.  Ikutilah seminar, pelatihan, sarasehan, talkshow, apa saja.  Satu yang akan kita temui bersama: masalah.  Masalah negara. Masalah perusahaan. Masalah lembaga publik. Masalah organisasi. Masalah institusi pendidikan.

Begitu bangun tidur, pada napas pertama, kita sudah disergap masalah.  Jadi masalah bukan untuk dihindari, tetapi dihadapi.  Masalahnya (lagi-lagi masalah), saya melihat bahwa sikap terhadap masalah juga sebuah masalah.  Sikap terhadap masalah ini merupakan salah satu pangkal kenapa ada masalah yang membaik. Kenapa ada yang tambah buruk.  Karena itu, di tulisan ini saya akan menghidangkan pencerahan mengenai level-level sikap karyawan terhadap masalah.  Sikap seseorang (pada posisi apapun ia berada), menurut saya, setidaknya, bila disederhanakan, terdiri dari lima level.

Baca lebih lanjut

ORGANIZATIONAL TALENT CRISIS

Dr. Darmin A. Pella

talent_management dap2Competitive Advantage of Nations, menyatakan dengan sangat jelas bahwa keunggulan komparatif suatu negara akibat factor endowments seperti tanah yang luas, lokasi di peta bumi, sumber daya alam mineral dan energi, dan populasi yang besar tidak serta merta membawa kita pada keunggulan kompetitif.

Dalam perspektif organisasi, keunggulan kompetitif organisasi bukanlah karena sudah lahir lebih dulu, tidak memiliki kesulitan dana, namanya sudah dikenal, atau saat ini sedang untung.  Semua perspektif keunggulan kompetitif organisasi seperti itu bukanlah keunggulan yang sesungguhnya.  Keunggulan kompetitif organisasi yang kokoh dalam jangka panjang terjadi ketika organisasi tersebut mampu menghasilkan talenta lebih banyak daripada yang dibutuhkan.

Baca lebih lanjut

WORKSHOP SPESIAL MANAJEMEN KINERJA

Pelatihan Spesial Manajemen Kinerja yang menyelesaikan berbagai masalah evaluasi kinerja di organisasi Anda.

Ikuti Workshop ini untuk memahami bagaimana melakukan tujuh langkah transformasi manajemen kinerja yang terbukti efektif baik untuk perusahaan, organisasi maupun pribadi.

Manajemen kinerja di setiap unit kerja dalam organisasi  sesungguhnya harus dikelola dengan baik agar sistem manajemen kinerja yang diterapkan benar-benar mampu untuk membantu organisasi mencapai misi, visi dan targetnya.  Untuk itu saya telah merancang suatu model  langkah-langkah transformasi manajemen kinerja yang telah digunakan oleh puluhan organisasi, ratusan posisi/jabatan, dan ribuan pegawai  di Indonesia.  Tujuh Langkah Transformasi Manajemen Kinerja tersebut membantu organisasi  membangun world class management system untuk memastikan continuous improvement berjalan di setiap pemegang jabatan, di setiap unit, di setiap level, setiap hari di sepanjang tahun.


Facilitator:  Dr. Darmin A. Pella

_________________________________________________________________

.

Ikuti Workshop ini untuk memahami bagaimana menyatukan seluruh langkah, teknik, dan proses manajemen SDM untuk membangun program manajemen talenta yang terintegrasi, guna memastikan tersedianya aliran future leader di organisasi Anda.

cropped-cropped-header-tm2

Integrated and Practical Talent Management
Facilitator:  Dr. Darmin A. Pella

_________________________________________________________________ .Cover3Buku Problem Implementasi Strategi

Ikuti Workshop ini untuk memahami bagaimana hasil penelitian disertasi saya terkait  model implementasi strategi baru yang bersifat menyeluruh, menggabungkan aspek kualitas tahapan implementasi strategi, dan faktor pendukung implementasi strategi.   Jadikan pemahaman tersebut segera menjadi alat analisis untuk mendeteksi kelemahan dan problem implementasi strategi di organisasi Anda dan menjadi kerangka kerja transformasi  manajemen kinerja terintegrasi bagi organisasi Anda sekarang juga.

Peningkatan Kualitas Implementasi Strategi
Facilitator:  Dr. Darmin A. Pella

.

||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

WHAT TO DO AFTER HAVING KPI’S

Dr. Darmin A. Pella

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda lakukan setelah mengidentifikasi KPI.

1. What Matter Most

Ini adalah proses menyaring KPI.   Semisal Anda menemukan 254 KPI pada satu workshop  identifikasi  KPI, telitilah seluruh Key Performance Indicator tersebut agar kita hanya memelihara jumlah yang sedikit, tetapi yang benar-benar penting untuk setiap jabatan. Jumlah yang sedikit memunculkan kemudahan. Status benar-benar penting memastikan bahwa setiap KPI memiliki peran strategis mendukung strategi perusahaan menuju Operational Excellence maupun Transformation.

Prinsip yang digunakan ialah sebaiknya tidak menggunakan banyak KPI. Tiga, lima atau tujuh KPI misalnya bisa dianggap cukup, sepanjang tidak melupakan KPI yang benar-benar penting.

Baca lebih lanjut

BOTTOM-UP APPROACH IN IDENTIFYING KPI

Dr. Darmin A. Pella

images-wwwthinkcreativebizAda dua alternatif yang dapat kita tempuh dalam mengidentifikasi key performance indicator terhadap suatu posisi: 

1. Pendekatan Top-Down 

2. Pendekatan Bottom-Up

Pendekatan top-down telah banyak dibahas dan memiliki kekunggulan dalam hal menangkap what matter most  terkait strategi perusahaan.  Tetapi kita perlu mengkombinasikannya dengan pendekatan bottom-up agar kita me milikikey performance indicator yang memiliki perspektif strategic dan job role sekaligus.   

Berikut ini adalah keunggulan pendekatan bottom-up  dalam mengidentifikasi key performance indicator setiap pegawai.  

Baca lebih lanjut